Seruan Presiden RI Suarakan Tuntutan Perubahan Sikap Bangsa Terhadap Perkembangan Dunia

Media Cakra101, Jakarta.- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam rangka merayakan HUT RI ke-74, membacakan Pidato Kenegaraan, Pidato Tahunan, beserta dengan Nota Keuangan di Ruang Rapat Paripurna 1, Kompleks Senayan, Jakarta, Jum’at 16 Agustus 2019.

Dalam Pidato Kenegaraan yang dibacakannya, disuarakan berbagai macam aspek yang menyangkut dengan adanya tuntutan perubahan terhadap perkembangan dan pergerakan dunia yang semakin cepat dan rapat. Aspek-aspek tersebut menyangkut SDM Bangsa Indonesia, sikap Bangsa Indonesia terhadap perkembangan dunia, resiko-resiko yang patut diwaspadai, serta pembenahan sistem tata kelola negara.

“Saudara-saudara Sebangsa dan Setanah Air, saat ini kita berada dalam dunia baru dunia yang jauh berbeda dibanding era sebelumnya. Globalisasi terus mengalami pendalaman yang semakin dipermudah oleh revolusi industri jilid ke-4. Persaingan semakin tajam dan perang dagang semakin memanas. Antar negara saling berebut investasi, antar negara berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut orang-orang pintar. Antar negara memperebutkan talenta-talenta hebat yang bisa membawa kemajuan bagi negaranya. Dunia tidak semata sedang berubah tetapi sedang terdisrupsi. Di era disrupsi ini kemapanan bisa runtuh. Ketidakmungkinan bisa terjadi. Jenis pekerjaan bisa berubah setiap saat, banyak jenis pekerjaan lama yang hilang. Tetapi juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan. Ada profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan. Ada pola bisnis lama yang tiba-tiba usang dan muncul pola bisnis baru yang gemilang dan mengagumkan. Ada keterampilan mapan yang tiba-tiba tidak relevan dan ada keterampilan baru yang meledak yang dibutuhkan.” Terang Presiden RI, menjelaskan keadaan yang sedang terjadi secara global di saat ini.

Untuk menanggapi hal ini, dalam pembacaan pidato tersebut, dinyatakan bahwa Bangsa Indonesia dituntut untuk menghasilkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang, “Berhati Indonesia, Berjiwa Pancasila”. Dalam hal ini adalah SDM yang dapat membangkitkan inovasi, memiliki daya pikir dan daya cipta bagi Bangsa dan Negara Indonesia, serta dunia.

Hal tersebut kemudian dilanjutkan dengan pernyataan akan kebutuhan Sistem Tata Kelola Negara yang baik untuk mewujudkan tujuan-tujuan luhur Bangsa Indonesia. Ditekankan terutama kepada jajaran Pemerintahan RI, Komnas HAM, Lembaga Pendidikan, Aparat, dan lembaga negara lainnya, untuk secara aktif dan seksama membangun sistem tata kelola yang adaptif, dinamis, serta efektif yang dapat memberikan ruang gerak luas dan bebas bagi terobosan-terobosan baru. Ditekankan pula agar regulasi-regulasi yang usang dengan formalitas yang sudah tidak relevan, tidak konsisten beserta dengan hal-hal lainnya yang dapat menghambat inovasi agar dihapus atau ditindak, untuk mencapai Manusia Indonesia yang Humanis, Nasionalis, serta Mendunia (Global).

MC101/DN – Rudy

 

 

 

 

loading...