Anak Adat Suku Arfak di Tanah Warmare

Media Cakra101, Warmare.- “Pelihara hubungan yang harmonis dan kekeluargaan, khususnya dengan masyarakat sekitar. Ingat ! Kalian sudah menjadi bagian dari anak adat Suku Arfak di Tanah Warmare ini,” ujar Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.

Ungkapan tersebut merupakan pesan yang disampaikan Pangdam Kasuari kepada seluruh prajurit Batalyon Infanteri 761/Kibibor Akinting (Yonif 761/KA), dalam amanatnya pada upacara peresmian satuan baru Yonif 761/KA sekaligus melantik Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 761/KA pertama, Mayor Inf Misael Marthen Jenri Polii, Selasa (27/8/2019) di Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Dalam kesempatan itu, Pangdam beserta seluruh warga Kodam XVIII/Kasuari menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Papua Barat, Sekda Pemerintah Provinsi Papua Barat, dan seluruh perangkat OPD terkait, DPRD Papua Barat, Bupati dan DPRD Kabupaten Manokwari serta para Pemilik Hak Ulayat.

“Atas nama keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasi, bantuan, upaya, kerja keras, dan kerja sama yang baik selama ini, sehingga terwujud penyediaan lahan Yonif 761/Kibibor Akinting seluas 60 hektar di tempat yang indah dan bersejarah ini, dimana sekarang kita berada,” ucap Pangdam Mayjen TNI Joppye Onesimus Wangkau, disaksikan oleh Gubernur Papua Barat, Kapolda Papua Barat, Kepala Suku, Tokoh Masyarakat, dan para Tokoh Agama.

Kepada pejabat Danyonif 761/KA pertama, Pangdam XVIII/Kasuari memerintahkan agar ia mampu membawa satuan yang dipimpinnya menjadi satuan yang patut dibanggakan.

“Saya perintahkan Mayor Inf Misael Marthen Jenri Polii harus mampu membawa batalyon ini menjadi batalyon andalan, batalyon kebanggaan Kodam XVIII/Kasuari dan kebanggaan segenap masyarakat Papua Barat,” perintahnya.

“Bina prajurit dan satuanmu secara profesional, sehingga terbentuk Prajurit Profesional yaitu prajurit yang memiliki kemampuan Fisik Prima, Jago Menembak, Jago Bela Diri, dan Jago Perang, yang didukung oleh kecerdasan pengetahuan dan berwawasan luas, serta berkepribadian Rendah Hati, Tulus, dan Selalu Berada di Hati Rakyat,” sambungnya.

Usai acara, kepada Pers, Pangdam XVIII/Kasuari menerangkan bahwa dirinya sudah meresmikan dua Batalyon Infanteri di Papua Barat, yaitu Yonif 764/Iamba Baua (IB) yang berada di Kabupaten Kaimana dan sekarang ini, Yonif 761/Kibibor Akinting (KA) di Kabupaten Manokwari.

“80% prajurit Yonif 761/Kibibor Akinting merupakan anak-anak Putra Papua sehingga upaya terbentuknya batalyon ini bisa menyatukan rakyat sekitar dengan TNI, khususnya yang berada di dekat wilayah ini bisa bersinergi. Ke depan, kita akan terus menambah personelnya, sehingga satuan batalyon ini dapat beroperasional dengan baik,” terang Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.

MC101 – Diespenad

loading...