Menteri Kelautan dan Perikanan : Membangun Negara dari Pinggiran Menuju NKRI Tangguh dan Sejahtera

Media Cakra101, Jakarta Utara.- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti telah secara simbolik meresmikan 16 Kegiatan Prioritas Pembangunan dalam acara peresmian yang diselenggarakan di Muara Baru, Jakarta Utara. Kamis 10/10/19.

Dari 16 Kegiatan Prioritas tersebut, tercantum 6 SKPT (Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu) yang terletak di Sebatik, Merauke, Morotai, Talaud, Biak, dan Mimika. Lokasi-lokasi tersebut adalah lokasi-lokasi terdepan dekat dengan perbatasan Negara Indonesia. Tujuan dari dibangunnya SKPT-SKPT ini, adalah selain untuk mengembangkan kesejahteraan rakyat melalui sektor kelautan, berupa produksi perikanan, nilai ekspor dan lain-lain, juga untuk mengundang masyarakat untuk tinggal di daerah-daerah tersebut.

“Bila ada kegiatan ekonomi, maka akan mengundang masyarakat untuk datang. Sehingga pulau-pulau itu penuh penduduknya. Maka dibangunlah SKPT itu di mana kita berikan kapal mulai dari yang kecil. SKPT ideal yang saya impikan adalah Cold Storage minimal 200 ton, ideal 1000 ton. Kapal 23 GT (Gross Tonnage) minimal 100 buah, Kapal besar 10-20, Kapal angkut minmal 2 buah, idealnya 10. Pulau-pulau ini akan menghasilkan kegiatan ekonomi dari penangkapan ikan dan juga perdangangan ikan di Indonesia,” terang Menteri Susi.

Menteri Susi juga menambahkan bahwa bila dibutuhkan, pada saat pemerintah menghadapi situasi dengan negara tetangga, TNI dapat masuk ke pulau-pulau tersebut, dikarenakan pulau-pulau tersebut adalah lokasi dekat dengan perbatasan. Di sana sudah ada komponen cadangan berupa SDM yang bertambah, dan juga fasilitas berupa kapal-kapal baik kecil maupun besar, beserta stok pangan, kegiatan ekonominya pun berjalan sehingga pembangunan komunkasi dan logistik lainnya akan terbagun dengan sendirinya. TNI dapat masuk dan memakai seluruh infrastruktur yang tersedia.

“Kemudian, SKPT-SKPT ini juga dapat berfungsi sebagai titik-titik tolak dari ekspor atau penghasil devisa negara, karena lokasi yang dekat dengan pasar. Dengan ditertibkannya illegal fishing, pasar menjadi kosong. Karena negara-negara yang dulunya mencuri dan menjual ke pasaran sudah tidak memiliki ikan lagi. Sekarang, kita dapat menjadi pemasok. Saya merasa gembira dengan apa yang terjadi di Natuna, harga gurita yang dulunya hanya 5000 rupiah dan hanya bisa ditangkap di musim-musim tertentu, sekarang harga gurita sudah bisa langsung di ekspor. Namun saya berharap untuk kedepannya bahwa akses ekspor langsung dapat direalisasikan untuk memberikan harga yang lebih baik bagi para nelayan,” ujar Menteri Susi.

W012 – Rudy

loading...