“Bukan Jadi Ustadz, Tapi Prajurit TNI”

“Bukan Jadi Ustadz, Tapi Prajurit TNI”

Media Cakra101, Jakarta.- Hari kedua pelaksanaan Pameran Pendidikan ke-29 “Indonesia International Education Training & Scholarship Expo 2020” di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (7/2/2020), stand TNI Angkatan Darat semakin dibanjiri pengunjung.

Setelah mencatatkan jumlah 1.300 an pengunjung di hari pertama kemarin, hari ini sampai dengan pukul 17.00 WIB stand TNI AD kembali terlihat ramai dipadati pengunjung pameran tidak kurang dari 1.300 orang. Sebagian besar berasal dari kalangan pelajar SMU tingkat akhir. Meskipun, terlihat pula beberapa mahasiswa dan pengunjung umum yang menyambangi stand kategori Hankam ini.

Begitu padatnya hingga pengunjung yang akan melintas di depan stand TNI AD harus bersusah payah menembus kerumunan yang ada. Uniknya, konsentrasi pengunjung stand terlihat terbagi menjadi tiga kerumunan besar. Massa terlihat padat terutama di bagian sudut kanan, depan, serta kiri stand. Di sudut kanan stand, rupanya terdapat sektor yang ditempati Kopassus dan Komando Strategis dan Cadangan Angkatan Darat (Kostrad). Dimana para pelajar melihat berbagai jenis senjata dan sabar mengantri untuk bisa berswafoto bersama prajurit TNI Angkatan Darat yang menggunakan seragam pasukan elit Kostrad dan Kopassus.

Pusat kepadatan kedua ialah di sudut kiri stand, dimana terdapat pendaftaran calon prajurit secara online, tempat melakukan pull up. Bagian ini dipandu oleh Tim dari Ajendam dan Jasdam Jaya.

Muhammad Alvin Pratama, siswa kelas 12 SMA di Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatul Mubtadiin, Tigaraksa Tangerang, Banten, menyatakan lega setelah mencoba melakukan pull up. Ketika ditanya alasan utamanya mengunjungi stand TNI AD, ia menjawab bahwa dirinya bercita-cita untuk menjadi prajurit TNI AD. “Karena cita-cita saya jadi prajurit TNI, saya latihan. Setiap hari saya latihan pull up, sit up, dan lain sebagainya,“ ujarnya menjelaskan persiapan yang dilakukannya demi mencapai cita-citanya. Meskipun ia seorang santri Ponpes, tak lantas secara otomatis membuatnya bercita-cita menjadi ustadz. “Cita-cita saya bukan jadi ustadz, tapi jadi prajurit TNI untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya penuh semangat. Menurutnya pula, Ponpes tempatnya menimba ilmu juga tidak mengarahkan santri pada profesi tertentu saja. “Pondok pesantren mendukung apa pun pilihan profesi siswa kelak,” imbuhnya.

Saat ditanya tentang pendapatnya akan kehadiran stand TNI AD dalam pameran pendidikan ini, ia mengaku stand TNI AD banyak membantu dirinya dan siswa lain yang bercita-cita sama dengannya. “Kita sangat terbantu. Jadi kita tahu bagaimana proses seleksinya, bagaimana tes masuknya, dan lain-lain,” jelas pelajar berkopiah putih ini. Dirinya juga mengaku sudah menanyakan persyaratan masuk menjadi prajurit TNI AD, misalnya persyaratan tinggi badan, cara membina fisik dan mental ideologi. “Alhamdulillah, penjaga standnya ramah-ramah, dan setelah mendapat informasi yang saya butuhkan, saya semakin bersemangat untuk menggapai cita-cita saya menjadi seorang prajurit TNI,” tandasnya penuh tekad.

Sementara di titik tengah stand terdapat materi pameran uji tes psikologi, dan kesehatan serta tayangan videotron berbagai kegiatan dan informasi tentang TNI AD. Selain itu, di bagian ini juga disiapkan berbagai macam brosur terkait perekrutan calon prajurit dan ditempatkan beberapa Taruna Akmil.

Banyak pengunjung pelajar yang melakukan swafoto dengan para Taruna Akmil yang gagah dan berwajah tampan, lengkap dengan seragam Taruna kebanggaan mereka. Meskipun beberapa pelajar terlihat malu-malu, tetapi nyatanya mereka tetap mengantri demi kesempatan untuk bisa berfoto bersama para Taruna tersebut.

Tiga siswi asal SMA Lamaholot, Cengkareng, Jakarta, Zaneta, Alda dan Martha misalnya, adalah tiga dari puluhan siswi yang berswafoto di sana. Ditemui usai ber-selfie dengan Taruna Akmil, mereka menjelaskan alasan mengapa mereka rela berdesak-desakan dalam antrian tersebut. “Senang bisa foto sama mereka, buat kenang-kenangan,” ujar Zaneta ceria. “Habis, kakak-kakaknya (para Taruna Akmil) cakep-cakep sih, kekar-kekar juga badannya,” timpal Alda. Martha pun tak mau ketinggalan “Keren kalau foto dengan prajurit TNI berseragam lengkap begitu,” cetusnya polos.

Namun, ketiganya mengakui meskipun tertarik dengan stand TNI AD, ketiganya kemungkinan besar tak akan ikut seleksi masuk prajuritnya. “Saya pasti ga sanggup menjalani latihannya, kan butuh stamina yang prima,” jelas Zaneta. Sementara Alda mengaku sebenarnya ia tertarik ikut seleksi TNI AD, namun ia merasa tidak yakin dengan kemampuan yang dimilikinya sekarang. “Saya masih takut-takut. Kayaknya susah deh (untuk lolos), harus punya skill, mental dan stamina yang kuat, saya belum bisa kayaknya,” terangnya lirih. Meskipun demikian, ketiganya merasa senang dengan kehadiran stand TNI AD dalam pameran pendidikan ini. “Standnya keren sih, banyak atraksinya, makanya rame,” tandas Martha. Sekilas gambaran stand TNI AD dapat kita simak dari berbagai komentar pengunjung yang berjubel.

MC101 – Dispenad