Panglima TNI: Tokoh Agama Sebagai Sentral Untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan di Masyarakat

Panglima TNI: Tokoh Agama Sebagai Sentral Untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan di Masyarakat

Cakra101, Manokwari.- Tokoh agama adalah sebagai sentral untuk menjaga persatuan dan kesatuan, serta sebagai penggerak kepada seluruh masyarakat, melalui agama, untuk mematuhi apa yang sudah digariskan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai contoh adalah pelaksanaan penegakan protokol kesehatan, para tokoh agama menjadi penjuru depan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak)

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan hal itu dalam sambutannya pada acara Komunikasi Sosial Panglima TNI dan Kapolri Bersama Para Tokoh Agama Papua dan Papua Barat, Sabtu (3/4/2021) di gedung Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Papua Barat, Manokwari.

Dalam kegiatan ini, Panglima TNI didampingi Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw mewakili Kapolri.

Lebih lanjut disampaikan Panglima TNI bahwa saat ini sedang digelar vaksinasi yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan, termasuk didalamnya oleh petugas-petugas pemerintah. Terkait itu, dirinya mengingatkan kepada para tokoh agama Papua Barat yang hadir pada kegiatan itu maupun tokoh agama dari Provinsi Papua yang mengikuti secara virtual acara kunjungan kerja (Kunker) Panglima TNI dan Kapolri tersebut bahwa vaksinasi bukan satu-satunya senjata ampuh untuk menghadapi Covid-19, tapi ada senjata ampuh yaitu adalah tetap menggunakan masker, dan masker ini adalah senjata pamungkas agar tidak tertular atau terpapar Covid-19.

“Pelaksanaan vaksinasi ini diharapkan bisa mencapai herd immunity 70% dari jumlah penduduk Indonesia. Nantinya apabila herd immunity itu sudah bisa tercapai, kita prediksi bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan terus meningkat. Itulah salah satu peran tokoh agama dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Marsekal Hadi Tjahjanto

Selain itu, lanjutnya, kedatangannya ke Manokwari Papua Barata dalam rangka melihat secara langsung tempat-tempat ibadah, apakah sudah melaksanakan SOP, baik oleh TNI maupun Polri sehingga pelaksanaan ibadah dan rangkaiannya, mulai dari Jumat Agung hingga Minggu Paskah bisa berlangsung dengan aman dan damai. Selain itu, dirinya juga ingin bersilaturahmi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota TNI dan Polri, serta seluruh komponen bangsa, termasuk dengan Gubernur Papua Barat.

“Saya melihat bahwa para tokoh agama di Papua dan Papua Barat sangat penting untuk bisa mengambil peran dalam mempersatukan masyarakat, dengan cara aktif menciptakan situasi yang kondusif, tenang, dan damai penuh persaudaraan. Untuk itu saya mengimbau agar seluruh umat beragama tetap menjaga komitmen persaudaraan dan menghindari segala sikap dan perilaku yang mengarah kepada terjadinya perpecahan,” ujar Panglima TNI. Oleh sebab itu, lanjutnya, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara tokoh masyarakat, agama, pemuda, serta komponen bangsa lainnya harus tetap dilakukan.

Marsekal Hadi Tjahjanto juga mengajak agar dalam suasana Paskah tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta persaudaraan.

“Mari kita bahu-membahu, bersinergi untuk negeri dan membangun tanah Papua dan Papua barat ini menjadi aman dan sejahtera,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Papua Barat hingga saat ini sangat kondusif dan terkendali.

“Ini berkat dukungan semua pihak, termasuk TNI dan Polri yang bertugas dengan baik untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kedua, bahwa kerukunan umat beragama di tanah Papua Barat sangat baik. Hal ini bisa dilihat dari indeks kerukunan umat beragama Papua Barat yang tertinggi di Indonesia, yaitu urutan pertama, yang diraih pada tahun 2019. Ketiga kami sampaikan bahwa penanganan kasus pandemi Covid 19 di Papua Barat berjalan dengan baik walaupun masih ada yang positif covid 19,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu pula Gubernur meminta kepada Panglima TNI untuk menambahkan kuota penerimaan Bintara Otsus khususnya di TNI AL dan TNI AU.

“Kami juga menginginkan penambahan kuota penerimaan Bintara TNI khususnya di Angkatan Laut dan Udara, dan kami juga siap untuk membiayai. Ini semua dalam rangka meningkatkan SDM dan mengurangi angka pengangguran di Provinsi Papua Barat,” katanya.

“Pada kesempatan ini juga kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada bapak Panglima TNI dan Kapolri, yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak asli Papua untuk dididik menjadi Bintara TNI Angkatan Darat dan juga Bintara Otsus Polri,” pungkas Gubernur.

Sedangkan Kabaintelkam Polri, Komjen Pol Drs. Paulus Waterpauw yang datang mewakili Kapolri diawal sambutannya sedikit menceritakan tentang perjalanan hidup, karier, dan perjuangannya yang tidak mudah hingga bisa menjadi seperti sekarang ini (Jenderal bintang tiga), guna memotivasi para orang tua dan generasi muda papua, melalui para tokoh agama.

“Saya juga ingin menyampaikan bahwa kita bisa seperti ini berkat para pendahulu kita. Jadi jangan ada yang mengumbar janji dengan mengatakan ini dan itu dan lain sebagainya, karena ada orang tua, kakek dan nenek moyang kita, para pendahulu kita yang telah membuka ruang di bangsa ini, demikian juga di tanah Papua ini,” katanya.

“Kita punya pedoman dalam kehidupan kita yang dikenal dengan Pancasila. Terkait itu saya ingin mengingatkan saja, agar dalam dunia yang serba cepat, serba digital dan lain sebagainya sekarang ini, kita tetap harus berpedoman pada dasar-dasar ideologi bangsa ini (Indonesia),” sambungnya.

Perlu diketahui, usai mendengarkan sambutan yang disampaikan oleh Gubernur Provinsi Papua Barat, Kabaintelkam Polri dan Panglima TNI acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, yang diikuti oleh para pejabat daerah dan tokoh agama di berbagai wilayah di Papua dan Papua Barat secara virtual.

Selanjutnya dilakukan pembagian Sembako kepada para tokoh agama ini secara simbolis, yang diserahkan oleh Panglima TNI, Kabaintelkam Polri dan Gubernur Provinsi Papua Barat. Kemudian Panglima TNI dan rombongan bergerak ke kantor Gubernur Provinsi.Papua Barat untuk meninjau langsung kegiatan Serbuan Vaksinasi di Papua Barat yang digelar di sana, yang diwarnai dengan video conference dengan kegiatab vaksinasi yang pada hari itu digelar di 9 titik vaksinasi di berbagai daerah di wilayah Provinsi Papua Barat.

Turut hadir dalam kegiatan Panglima TNI ini, Pangkogapwilhan III Letjen TNI Agus Rohman, S.I.P., Asops Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Suswatyo, Pangkoarmada lll TNI AL Laksda TNI Dadi Hartanto, M.Tr.(Han), Pangkoopsau III Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., MDS., Danlanud Manuhua Biak Marsma TNI Donald Kasenda, S.T., S.IP., M.M., Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han), Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing, SIK.M.Si, Kabinda Papua Barat, para pejabat Kodam XVIII/Kasuari dan Polda Papua Barat, Bupati Manokwari, Ketua MRP Papua Barat, para tokoh agama Papua (secara virtual) dan Papua Barat, serta Ibu Ketua dan Pengurus Dharma Pertiwi Daerah P, Dharma Wanita Provinsi Papua Barat dan Bhayangkari Polda Papua Barat.

MC101 – Puspen TNI