Satgas Pengamanan Maluku Yonarhanud 11/WBY Buka TPA di Negeri Hitu

Satgas Pengamanan Maluku Yonarhanud 11/WBY Buka TPA di Negeri Hitu

CAKRA101, Ambon Maluku- Satgas Pengamanan Maluku Yonarhanud 11/WBY membuka Taman Pendidikan Al-Qur’an di wilayah Negeri Hitu, Pulau Ambon Maluku.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pengamanan Maluku Yonarhanud 11/WBY Letkol Arh Rendra Febrandari Suparman, S.I.P., dalam keterangan tertulisnya Senin (8/11/2021).

Dijelaskannya, selama tiga minggu ini, kegiatan Satgas lebih difokuskan pada tugas teritorial dan pembangunan.

Untuk diketahui, Kerajaan Tanah Hitu adalah sebuah kerajaan Islam yang terletak di Pulau Ambon, Maluku. Kerajaan ini memiliki masa kejayaan selang 1470-1682 dengan raja pertama yang bergelar Upu Latu Sitania (raja tanya) karena Kerajaan ini didirikan oleh Empat Perdana yang mau mencari kenal arti adil dan tidak keadaan Raja. Kerajaan Tanah Hitu pernah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dan memainkan peran yang sangat penting di Maluku.

“Seiring dengan kondisi sosial masyarakat, saat ini kita bantu warga setempat secara mental, terutama anak-anak melalui pendekatan spiritual,” ujar Rendra.

Dansatgas mengatakan, dalam proses pendekatan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik semata, tapi juga harus diimbangi dengan aspek mental, dan dalam kondisi ini yang paling efektif menurutnya, adalah melalui penguatan spiritual sehingga akan menumbuhkan kepercayaan diri.

“Demikian juga dengan anak-anak, secara psikologis harus diberikan pendidikan keagamaan. Oleh karenanya, kita bangun itu dari pembelajaran agama di TPA, di daerah rawan,” ungkapnya.

Hari pertama pembukaan TPA diikuti oleh 50 anak, sedang pengajarnya adalah dua orang anggota dari Yonarhanud 11/WBY Praka Andik Sugiharto dan Praka Imam Husynaini serta di bantu oleh ibu-ibu majelis taklim Negeri Hitu.

“Hari pertama dibuka sangat menggembirakan, anak-anak  di sekitar Negeri Hitu begitu antusias. Ini menunjukan, anak-anak sudah mulai bangkit untuk bersama-sama membangun keagamaan sesuai kemampuannya,” ungkapnya.

Letkol Rendra menambah, dalam beberapa waktu ke depan akan diupayakan berbagai kegiatan bagi anak-anak yang sifatnya lebih mengedukasi sekaligus meningkatkan kembali kemauan untuk belajar.

“Insya Allah, secara bersama-sama kita akan bangun daerah ini seperti kampung sendiri, sehingga sembari menunggu kesiapan satgas, mereka nantinya telah mengerti keagamaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Praka Andik Sugiharto dan Praka Imam Husynaini yang menjadi pengajar mengungkapkan rasa senangnya dapat mengajar agama kepada anak-anak.

“Bersama mereka, seperti bersama keluarga sendiri. Anak-anak sangat antusias untuk belajar agama, demikian juga ibu-ibu dari majelis taklim juga begitu perhatian terhadap pembelajaran agama bagi mereka,” ungkapnya.

MC101-Dispenad