JAKARTA, Cakra101.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus terus dikelola secara kredibel dan disiplin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai guncangan.
Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam forum bertajuk “Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita” yang diselenggarakan pada Kamis (8 Oktober 2026) di Jakarta.
Suahasil menjelaskan, APBN harus mampu beradaptasi secara fleksibel di tengah dinamika global yang bergejolak, tanpa mengabaikan kredibilitas dan disiplin fiskal.
“APBN itu harus dijalankan dengan cukup fleksibel, karena harus bisa beradaptasi dengan yang namanya kondisi dunia yang berubah. APBN ditetapkan dengan undang-undang, tapi dijalankan dengan sangat fleksibel dengan memastikan kita melihat situasi dunia yang terjadi itu seperti apa,” ujar Menkeu.
Menurut Suahasil, fleksibilitas tersebut harus tetap berada dalam koridor tata kelola yang baik agar APBN dapat menjalankan fungsinya secara optimal sebagai shock absorber (peredam guncangan) bagi masyarakat.
“Beberapa dirasakan oleh masyarakat, tapi tidak semua efek harus dirasakan oleh masyarakat karena ada APBN yang menjadi bumper. Bumpernya di mana? Subsidi dan kompensasi energi, subsidi pupuk, program-program perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur,” jelasnya.
APBN Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027
Selain menjalankan fungsi perlindungan masyarakat, APBN juga diarahkan untuk semakin kuat mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027.
Untuk mencapai target tersebut, kebijakan fiskal akan diarahkan guna memperkuat konsumsi, investasi, produksi, ekspor, serta penciptaan lapangan kerja formal.
Suahasil menambahkan, pencapaian target pertumbuhan ekonomi membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, sektor swasta, dan Danantara. Investasi menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperkuat, dengan pertumbuhan investasi diharapkan mencapai sekitar 7 persen.
“Ke depan, aspirasi kita tahun depan pertumbuhan ekonomi 6 persen. Kita harus bekerja keras untuk itu. Dan kita berharap bersama Danantara, kita desain bagaimana APBN dan Danantara kemudian bersatu sehingga bisa mendorong pertumbuhan investasi kaliber 7 persen. Ini pekerjaan besar dan membutuhkan yang namanya kita bekerja bersama,” imbuh Menkeu.
Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen
Di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga berkomitmen menjaga kredibilitas APBN melalui disiplin fiskal. Suahasil menegaskan, defisit APBN akan tetap dijaga di bawah 3 persen untuk mempertahankan kredibilitas fiskal.
“Kita akan jaga terus defisit APBN di tingkat yang kredibel, di bawah 3 persen dan ini menjadi PR besar karena sekarang kita harus menjaga kredibilitas anggaran pendapatan dan belanja negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suahasil menekankan bahwa penguatan penerimaan negara dan efisiensi belanja harus berjalan beriringan dengan kemampuan APBN dalam merespons perubahan kondisi ekonomi.
Menurutnya, APBN harus tetap fleksibel menghadapi dinamika yang terjadi, disiplin menjaga kredibilitas, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“APBN-nya selama ini sudah fleksibel dan harus terus fleksibel merespons perubahan. APBN-nya selama ini cukup disiplin, tapi harus terus disiplin menjaga kredibilitas. APBN-nya harus terus menumbuhkan dan APBN-nya harus terus melindungi masyarakat kita,” pungkas Menkeu.
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan
Diterbitkan pada: 09:00 / 9 Oktober 2026
(MC101 – Biro KLI Kemenkeu)
…..
Ringkasan Berita
- Menkeu Suahasil Nazara menegaskan APBN harus dikelola secara kredibel, disiplin, dan fleksibel untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi masyarakat.
- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027, dengan kebijakan fiskal yang memperkuat konsumsi, investasi, produksi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja formal.
- Pertumbuhan investasi diharapkan mencapai sekitar 7 persen melalui kerja sama pemerintah, sektor swasta, dan Danantara.
- Pemerintah akan menjaga defisit APBN di bawah 3 persen guna mempertahankan kredibilitas fiskal.
- Penguatan penerimaan negara dan efisiensi belanja akan dilakukan seiring dengan upaya menjaga fleksibilitas APBN dalam merespons perubahan ekonomi.



