SUMBA TIMUR, Cakra101.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan rangkaian kunjungan kerja (kunker) dengan meninjau Marshalling Area (area pengumpulan pasukan) Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 876/Palatana (PLT) di Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (16/10/2026).
Rangkaian kunjungan diawali dengan pertemuan silaturahmi bersama Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali beserta jajaran pemerintah daerah setempat. Setelah pertemuan, Menhan RI dan rombongan makan siang bersama prajurit Yonif TP 876/PLT di pangkalan.
Agenda dilanjutkan dengan paparan satuan dari Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Danyonif TP) 876/PLT Letkol Inf Arief Chandra mengenai kesiapan operasional prajurit, kemudian peninjauan Marshalling Area kesatrian.
Dalam pengarahan di hadapan ratusan prajurit muda, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa penempatan Yonif TP 876/PLT di Sumba Timur bertujuan memberikan jaminan keamanan sekaligus mendukung keberlanjutan program pembangunan daerah bersama pemerintah setempat.
“Saya datang ke sini untuk melihat langsung semangat dan disiplinmu sebagai prajurit muda. Kalian ditempatkan di Kabupaten Sumba Timur ini untuk mendampingi Pemerintah Daerah dalam tugas membuat rasa aman dan nyaman bagi seluruh rakyat!” tegas Menhan Sjafrie.
Lebih lanjut, Menhan menjelaskan bahwa kualifikasi teritorial pembangunan yang dimiliki Yonif TP dirancang untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat.
Dengan dukungan kompi fungsional di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi yang dilengkapi peralatan modern, prajurit diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah pedesaan.
“Sebagai prajurit teritorial pembangunan, kalian dipersiapkan untuk membantu Pemda dan rakyat. Aktifkan kegiatan sosial, bantu pembinaan sekolah, kesehatan warga, hingga menghidupkan siskamling di desa-desa agar masyarakat merasakan langsung manfaat kehadiran batalyon ini. Fasilitas dan pangkalanmu disediakan atas kehendak rakyat, maka wajib hukumnya bagi kalian untuk membalas jasa rakyat!” lanjut Menhan.
Menhan juga mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa menjaga disiplin keprajuritan, memegang teguh Saptamarga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat menyakiti hati rakyat.
Selain itu, Menhan menegaskan pentingnya menjaga soliditas tanpa membeda-bedakan suku dan agama sebagai prajurit Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menhan Sjafrie didampingi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Inspektur Jenderal (Irjen) Kemhan, serta Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti.
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Biro Infohan Setjen Kemhan)
Diterbitkan pada: 10:00 / 17 Oktober 2026
(MC101 – Biro Infohan Setjen Kemhan)
….
Ringkasan Berita
- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Yonif TP 876/Palatana di Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Jumat (16/10/2026).
- Penempatan Yonif TP 876/PLT bertujuan memberikan jaminan keamanan sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
- Prajurit didorong membantu masyarakat melalui kegiatan sosial, pembinaan sekolah, layanan kesehatan, dan pengaktifan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di desa-desa.
- Yonif TP memiliki kompi fungsional di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi untuk mendukung pembangunan pedesaan.
- Menhan mengingatkan prajurit agar menjaga disiplin, memegang teguh Saptamarga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, serta menjaga soliditas tanpa membeda-bedakan suku dan agama.


