TASIKMALAYA, Cakra101.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan rangkaian kunjungan kerja (kunker) ke Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 335/Macan Sukapura di Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
Setibanya di Marshalling Area, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin terlebih dahulu bertemu dan bersilaturahmi dengan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama prajurit Yonif TP 335/Macan Sukapura.
Dalam pengarahannya, Menhan Sjafrie menekankan pentingnya kebersamaan antara jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menunjukkan soliditas yang utuh demi kesejahteraan masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Pemerintah Daerah adalah satu keluarga besar! TNI bertugas untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalian sebagai anggota Batalyon Infanteri 335 yang juga Batalyon Teritorial Pembangunan, tugasnya adalah menjaga kedaulatan negara di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat,” tegas Menhan Sjafrie.
Menhan menjelaskan, selain dibekali kualifikasi tempur utama, yakni menembak, bela diri, dan patroli menghadapi musuh, prajurit Yonif TP juga dibekali kemampuan teritorial pembangunan.
Kemampuan tersebut bertujuan untuk membantu rakyat sekaligus memastikan kehadiran satuan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di wilayah Tasikmalaya.
“Kalian dibekali kemampuan teritorial pembangunan untuk membantu masyarakat, membantu rakyat. Agar supaya Batalyon ini mempunyai manfaat, yaitu membuat rakyat di Tasikmalaya merasa aman dan merasa nyaman,” pesan Menhan.
Menhan juga menegaskan bahwa selama bertugas sebagai prajurit, setiap anggota memiliki kewajiban untuk membalas jasa rakyat yang telah mendukung tugas mereka.
“Selama bertugas sebagai prajurit, kewajiban kalian adalah membalas jasa rakyat. Pangkalanmu adalah dari rakyat, senjatamu adalah dari rakyat. Oleh karena itu, kalian tidak boleh menyakiti hati rakyat!” ujar Menhan.
Selanjutnya, Menhan mengingatkan seluruh prajurit untuk senantiasa memegang teguh dan melaksanakan 8 Wajib TNI, menjunjung tinggi kekompakan, serta menaati arahan pimpinan dan hierarki komando.
Selain itu, Menhan menekankan pentingnya menjaga persatuan tanpa memandang perbedaan suku bangsa di bawah naungan Bhinneka Tunggal Ika.
“Di sini tidak ada suku-suku, semua adalah prajurit Tentara Nasional Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Beragam-ragam tetapi satu, yaitu persatuan nasional. Kalian harus kompak, bersatu, disiplin, dan patuh kepada pimpinan,” pungkas Menhan.
Usai memberikan pengarahan, Menhan menerima paparan dari Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Danyonif TP) 335/Macan Sukapura terkait kondisi pangkalan dan kesiapan operasional satuan.
Turut mendampingi Menhan RI dalam kunjungan kerja di Tasikmalaya, antara lain Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan), serta Kepala Staf Kodam III/Siliwangi (Kasdam III/Slw).
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan
Diterbitkan pada: 14:58 / 28 September 2026
(MC101 – Biro Infohan Setjen Kemhan)
Ringkasan Berita
- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan kunjungan kerja ke Marshalling Area Yonif TP 335/Macan Sukapura di Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).
- Menhan menekankan sinergi TNI dan Pemerintah Daerah demi soliditas serta kesejahteraan masyarakat.
- Prajurit Yonif TP dibekali kemampuan tempur dan teritorial pembangunan untuk membantu rakyat serta menghadirkan rasa aman dan nyaman di Tasikmalaya.
- Menhan mengingatkan prajurit untuk melaksanakan 8 Wajib TNI, menjaga kekompakan, disiplin, serta mematuhi pimpinan dan hierarki komando.
- Menhan menerima paparan Danyonif TP 335/Macan Sukapura mengenai kondisi pangkalan dan kesiapan operasional satuan.



