MAYBRAT, Cakra101.com – Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil menemukan satu pucuk senjata organik laras panjang merek Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter di wilayah Ayata, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Jumat (16/10/2026).
Tim gabungan tersebut terdiri dari Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad, serta Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB.
Penemuan senjata dan amunisi tersebut merupakan bagian dari operasi gabungan Badai Kasuari yang dilaksanakan Satgas TNI untuk memperoleh seluruh senjata milik kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV Sorong Raya.
Operasi ini merupakan tindak lanjut dari pendalaman informasi mengenai lokasi senjata yang selama ini digunakan kelompok tersebut untuk melakukan tindakan makar maupun aksi teror terhadap masyarakat Kabupaten Maybrat, sekaligus menghambat pembangunan pemerintah daerah.
Melalui berkurangnya kekuatan OPM Kodap IV Sorong Raya, diharapkan keberlangsungan pembangunan dapat terjamin sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Maybrat dan Papua secara umum, sekaligus menjaga integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Siaran Pers Penerangan Kodam XVIII/KSR
Diterbitkan pada: 16 Oktober 2026
(MC101 – Pendam XVIII/KSR)
…..
Ringkasan Berita
- Tim gabungan Satgas TNI menemukan satu pucuk senjata laras panjang merek Caracal dan 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Ayata, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Jumat (16/10/2026).
- Operasi tersebut melibatkan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad, dan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB.
- Penemuan itu merupakan bagian dari operasi gabungan Badai Kasuari untuk memperoleh senjata kelompok OPM Kodap IV Sorong Raya.
- Operasi tersebut merupakan tindak lanjut pendalaman informasi mengenai keberadaan senjata yang disebut digunakan untuk tindakan makar dan aksi teror serta menghambat pembangunan daerah.
- Berkurangnya kekuatan kelompok tersebut diharapkan mendukung keberlangsungan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maybrat dan Papua, serta menjaga integritas NKRI.
