JAKARTA, Cakra101.com – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kemitraan ekonomi global melalui penyelenggaraan Strategic Dialogue on Strengthening Bilateral Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Ireland, yang dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Jumat (4/09).
Dialog strategis ini dihadiri oleh Duta Besar Irlandia untuk Indonesia Sharon Ann Lennon, Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Erma Rheindrayani Siswowaluyo, Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Basaria Tiara Desika, Ketua Komite Tetap Eropa Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Joice Budisusanto, Chairman Kamar Dagang Irlandia di Indonesia Michael Noble, serta perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Delegasi Uni Eropa di Indonesia, dan Eurocham Indonesia.
Melalui dialog ini, kedua pihak membahas berbagai potensi kerja sama yang dapat mendorong peningkatan perdagangan, investasi, serta keterlibatan sektor swasta dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Irlandia.
Hubungan ekonomi tersebut didukung juga oleh hubungan resmi Indonesia dan Irlandia yang telah terjalin sejak tahun 1984, dan pada tahun 2026 memasuki usia 42 tahun. Kerja sama yang telah berlangsung selama lebih dari empat dekade tersebut menjadi pondasi penting bagi kedua negara untuk terus memperluas kerja sama, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.
Deputi Edi menyampaikan bahwa selama lebih dari empat dekade, hubungan Indonesia dan Irlandia terus berkembang di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, pendidikan, serta hubungan antarmasyarakat. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin tersebut menjadi landasan penting untuk membawa kerja sama kedua negara ke tingkat yang lebih strategis.
Pada tahun 2025, total perdagangan bilateral Indonesia dan Irlandia mencapai USD228,6 juta. Meskipun demikian, masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan nilai perdagangan dan memperluas diversifikasi produk serta keterlibatan pelaku usaha dari kedua negara.
“Kita perlu melihat lebih jauh dari sekadar perdagangan barang dan mulai membangun koridor ekonomi yang tangguh dan bernilai tambah tinggi dengan memanfaatkan kekuatan struktural yang dimiliki Irlandia,” ujar Deputi Edi.
Momentum strategis hubungan Indonesia–Irlandia juga hadir melalui Presidensi Irlandia pada Dewan Uni Eropa yang berlangsung pada periode 1 Juli hingga 31 Desember 2026. Presidensi tersebut menjadi peluang penting untuk semakin memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara, termasuk melalui pendalaman dialog mengenai perdagangan dan investasi serta pengembangan prioritas ekonomi bersama antara Indonesia dan Uni Eropa.
Dubes Lennon menjelaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat hubungan dengan Indonesia, sejalan dengan semangat “Unity is Strength” yang menjadi moto Presidensi Irlandia pada Dewan Uni Eropa.
Dubes Lennon menilai semangat tersebut memiliki kesamaan dengan semboyan Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika”, yang mencerminkan pentingnya persatuan dalam keberagaman serta kekuatan yang lahir dari kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Terkait IEU-CEPA, Irlandia menyambut baik rencana penandatanganan perjanjian tersebut dalam masa Presidensinya dan menyampaikan ketertarikan untuk melihat bagaimana kemitraan ini dapat semakin mendorong hubungan ekonomi bilateral, khususnya dalam meningkatkan perdagangan dan investasi.
Irlandia juga menyampaikan apresiasi atas kemajuan Indonesia dalam proses aksesi OECD. Sebagai negara yang aktif di OECD serta anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bersama Indonesia, Irlandia menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan dan bantuan teknis guna mendukung proses aksesi Indonesia.
Lebih lanjut, dalam dialog ini, Direktur Basaria memaparkan sejumlah komoditas yang memiliki potensi untuk meningkatkan dan mendiversifikasi perdagangan bilateral Indonesia–Irlandia.
Struktur perdagangan saat ini masih memberikan ruang yang besar untuk ekspansi dan diversifikasi, khususnya dengan memanfaatkan peluang akses pasar yang akan semakin terbuka melalui IEU-CEPA, yang mencakup tidak hanya liberalisasi perdagangan barang, tetapi juga perdagangan jasa dan investasi.
Sementara itu, Direktur Erma menyoroti pentingnya mengidentifikasi dan mengatasi berbagai bottlenecks dalam hubungan ekonomi bilateral serta menyiapkan langkah-langkah konkret untuk mengoptimalkan implementasi dan pemanfaatan IEU-CEPA guna memperkuat perdagangan dan investasi kedua negara.
Dialog ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) mengenai Pengembangan Kerja Sama Ekonomi dan Bisnis, yang akan menjadi langkah strategis dalam menerjemahkan berbagai prioritas bersama menjadi kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi terkait di kedua negara.
(MC101 – Kemenko Perekonomian)
Ringkasan Berita:
1. Kemenko Perekonomian menggelar Strategic Dialogue antara Indonesia dan Irlandia untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi.
2. Hubungan resmi Indonesia dan Irlandia telah terjalin sejak 1984 dan pada 2026 memasuki usia 42 tahun.
3. Total perdagangan bilateral Indonesia–Irlandia pada 2025 mencapai USD228,6 juta, dengan peluang peningkatan dan diversifikasi yang masih besar.
4. IEU-CEPA dinilai membuka peluang akses pasar yang lebih luas, mencakup perdagangan barang, perdagangan jasa, dan investasi.
5. Dialog ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) mengenai Pengembangan Kerja Sama Ekonomi dan Bisnis sebagai langkah menuju kerja sama yang lebih konkret.











