JAKARTA, Cakra101.com – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima perwakilan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Rabu, 30 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap jemaat GKPI Rajeg yang sebelumnya mengalami pembubaran ibadah sekaligus menjadi kesempatan untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka terkait pelaksanaan ibadah yang aman dan nyaman.
Dalam pertemuan tersebut, Pendeta GKPI Rajeg, Hadi Sucipto Pakpahan, menyampaikan apresiasi atas perhatian Wapres terhadap kondisi yang dialami jemaatnya.
“Terima kasih Pak Wapres telah memberikan atensi dan perhatian kepada seluruh jemaat GKPI Rajeg yang telah mengalami pembubaran ibadah pada hari Minggu tanggal 20 September yang lalu,” ujarnya.
Pendeta Hadi menyampaikan bahwa Wapres berpesan agar jemaat tetap menjaga ketenangan dan suasana kondusif di tengah masyarakat, sekaligus terus menjalankan ibadah dengan nyaman.
“Dan tentunya arahan dari Pak Wapres supaya jemaat juga tetap tenang, tetap bersukacita, dan juga boleh tetap menjaga kekondusifan di tengah-tengah masyarakat. Lalu kemudian juga kami tetap diarahkan supaya boleh tetap beribadah dengan nyaman,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pendeta Hadi mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian Wapres terhadap jemaat GKPI Rajeg. Ia juga menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan yang dihadapi jemaat perlu dilakukan dengan mengedepankan kerukunan, mematuhi ketentuan perizinan, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar.
“Dan tentunya saya sangat bersyukur kalau Pak Wapres memiliki perhatian yang penuh. Artinya, Pak Wapres juga peduli ya dengan apa yang dialami oleh jemaat GKPI Rajeg, dan tentunya arahan-arahan yang diberikan ya supaya kami tetap semangat, supaya kami juga tetap mengutamakan kerukunan dalam umat beragama,” imbuh Pendeta Hadi.
Pendeta Hadi juga menyampaikan bahwa apabila jemaat nantinya melaksanakan ibadah di tempat baru, proses perizinan akan diurus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, pendekatan kepada masyarakat sekitar juga dinilai penting untuk menjaga hubungan baik dan silaturahmi ke depannya.
“Lalu kemudian, dalam hal perizinan, ketika kami nanti beribadah di tempat yang baru, bisa diurus perizinan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan seperti yang saya katakan tadi, pendekatan terhadap masyarakat sekitar supaya kita menjaga silaturahmi ke depannya,” pungkasnya.
……………………………………..
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden
Diterbitkan pada: 11:05 / 2 Oktober 2026
(MC101 – BPMI Setwapres)
……………………………………..
Ringkasan Berita
- Wapres Gibran Rakabuming menerima perwakilan jemaat GKPI Rajeg di Istana Wakil Presiden, Jakarta pada Rabu, 30 September 2026.
- Pertemuan menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap jemaat GKPI Rajeg yang sebelumnya mengalami pembubaran ibadah pada 20 September 2026.
- Wapres berpesan agar jemaat tetap tenang, menjaga suasana kondusif, dan tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.
- Pendeta Hadi Sucipto Pakpahan menekankan pentingnya kerukunan umat beragama, kepatuhan terhadap ketentuan perizinan, serta komunikasi dengan masyarakat sekitar.
- Jemaat juga akan mengurus perizinan sesuai ketentuan apabila nantinya melaksanakan ibadah di tempat baru serta menjaga silaturahmi dengan masyarakat sekitar.