JAKARTA, Cakra101.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung hasil perbaikan rumah penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (1/11/2026). Kunjungan tersebut menjadi wujud komitmen Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui perbaikan rumah tidak layak huni.
Dalam kunjungan itu, Menteri PKP melihat secara langsung kondisi rumah warga yang telah selesai diperbaiki melalui Program Bedah Rumah. Salah satu penerima bantuan adalah Siswanto, seorang sopir mikrolet yang memiliki penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan.
Siswanto tinggal bersama tujuh anggota keluarganya di rumah seluas 16,6 meter persegi. Sebelum memperoleh bantuan, kondisi rumahnya mengalami kebocoran karena masih menggunakan material triplek dan atap asbes. Sementara itu, lantai dua rumah tersebut masih menggunakan papan.
Kini, setelah mendapatkan bantuan Program Bedah Rumah, hunian Siswanto menjadi lebih nyaman, aman, dan sehat serta tidak lagi mengalami kebocoran. Lantai dua yang sebelumnya menggunakan papan juga telah diperbaiki dengan material lantai yang lebih layak.
Proses perbaikan rumah Siswanto berlangsung mulai 10 September 2026 dan selesai pada 29 Oktober 2026.
Selain Siswanto, penerima bantuan lainnya adalah Tasirin (48), seorang pemulung botol dengan penghasilan sekitar Rp900 ribu per bulan. Ia tinggal bersama dua anggota keluarganya di rumah seluas 17 meter persegi.
Sebelum mendapatkan bantuan, rumah Tasirin juga mengalami kebocoran. Kondisi tersebut membuatnya harus menggunakan baskom untuk menampung air yang masuk ke dalam rumah. Setelah memperoleh bantuan Bedah Rumah, kondisi huniannya kini menjadi lebih nyaman untuk ditempati bersama keluarga.
Penyelesaian perbaikan rumah kedua penerima bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Menteri PKP Maruarar Sirait berharap pelaksanaan Program Bedah Rumah di berbagai daerah dapat terus dipercepat guna mendukung pencapaian target perbaikan 400.000 unit rumah.
“Harapannya, program Bedah Rumah di daerah-daerah lain juga dapat segera diselesaikan sehingga target 400.000 unit rumah dapat tercapai,” ujar Menteri Ara.
Program Bedah Rumah merupakan salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan semangat gotong royong. Melalui program ini, pemerintah memberikan bantuan stimulan agar masyarakat dapat memperbaiki rumah secara swadaya sehingga menjadi lebih layak, aman, dan nyaman untuk dihuni.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP juga menyampaikan kolaborasi Kementerian PKP dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam program pemberian satu juta sertifikat rumah gratis bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan pada 2026.
Program tersebut diharapkan dapat ditingkatkan menjadi tiga juta sertifikat rumah gratis pada 2027.
Selain perbaikan hunian dan kepastian hukum kepemilikan rumah, Menteri PKP turut mendorong dukungan permodalan usaha melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperkuat perekonomian keluarga.
Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah penurunan bunga pembiayaan PNM dari 22 persen menjadi 8 persen.
Menteri Ara menegaskan bahwa upaya pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaan hunian yang layak, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi keluarga.
“Sertifikatnya diberikan gratis, ekonomi keluarganya dibantu supaya usahanya maju, rumahnya dibedah,” ujar Menteri Ara.
Melalui berbagai program tersebut, Kementerian PKP terus mendorong peningkatan kualitas hunian sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Dukungan terhadap kepastian hukum kepemilikan rumah serta pengembangan usaha keluarga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara berkelanjutan.
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Biro Komunikasi Publik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman
Diterbitkan pada: 2 November 2026
(MC101 – Biro Komunikasi Publik Kementerian PKP)
Ringkasan Berita:
- Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau hasil Program Bedah Rumah milik Siswanto dan Tasirin di Klender, Jakarta Timur, Minggu (1 November 2026).
- Rumah Siswanto seluas 16,6 meter persegi dan rumah Tasirin seluas 17 meter persegi telah selesai diperbaiki sehingga lebih nyaman dihuni.
- Pemerintah menargetkan percepatan perbaikan 400.000 unit rumah melalui Program Bedah Rumah.
- Kolaborasi Kementerian PKP dan ATR/BPN menargetkan pemberian satu juta sertifikat rumah gratis pada 2026 dan tiga juta sertifikat pada 2027.
- Menteri Ara mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui dukungan PNM, termasuk penurunan bunga pembiayaan dari 22 persen menjadi 8 persen.



