SINGKAWANG, Cakra101.com – Lanud Harry Hadisoemantri terus melaksanakan pembasahan serta pendinginan lahan bekas terbakar di wilayah Sambas dan Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah munculnya kembali titik api dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, KPH, Manggala Agni, perangkat desa, dan masyarakat melaksanakan pembasahan serta pendinginan di Dusun Seberkah, Desa Berlimang, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. Penanganan menyasar lahan bekas terbakar sekitar 138 hektare, dengan fokus pada area yang masih berpotensi menyimpan bara.
Upaya tersebut dilakukan dalam kondisi sumber air yang minim, asap tebal, medan tanah gambut, serta akses yang terbatas yang menjadi tantangan bagi personel dalam melaksanakan penanganan.
Sementara itu, di Kota Singkawang, hasil pemantauan Sipongi dan BMKG menunjukkan nihil hotspot. Meski demikian, pemantauan dan pendinginan lahan bekas terbakar terus dilakukan sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.
Danlanud Harry Hadisoemantri Letkol Pnb Resque Pambudi, S.M., MPMDS., memberikan dukungan penuh kepada personel di lapangan agar tetap semangat, mengutamakan keselamatan, serta terus bersinergi dengan seluruh unsur dan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla.
(MC101 – Dispenau)
Ringkasan Berita:
- Lanud Harry Hadisoemantri melaksanakan pembasahan dan pendinginan lahan bekas terbakar di Sambas dan Singkawang, Kalimantan Barat.
- Penanganan menyasar sekitar 138 hektare lahan bekas terbakar di Kabupaten Sambas.
- Personel menghadapi tantangan sumber air minim, asap tebal, medan gambut, dan akses terbatas.
- Hasil pemantauan Sipongi dan BMKG di Kota Singkawang menunjukkan nihil hotspot.
- Danlanud Harry Hadisoemantri mendukung personel untuk mengutamakan keselamatan dan memperkuat sinergi dalam mencegah serta menanggulangi Karhutla.
Foto: Dok Dispenau



















