JAKARTA, Cakra101.com – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M. menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Deputi Kepala Staf Angkatan Udara dan Antariksa (FASF) General Dominique Tardif di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (23/9/2026).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Air Manuever Exercise (AMX) PEGASE 2026 sekaligus membahas penguatan hubungan dan kerja sama antara TNI AU dan FASF.
Pembahasan mencakup perkembangan teknologi pertahanan udara, integrasi sistem komando dan pengendalian, serta peluang kerja sama di bidang ruang angkasa.
Wakasau menyampaikan bahwa perkembangan teknologi pertahanan udara membutuhkan kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai sistem dan sumber informasi. Menurutnya, TNI AU terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, termasuk membangun konektivitas antarsistem pertahanan udara.
Sementara itu, General Dominique Tardif menyampaikan bahwa FASF juga tengah bertransformasi menuju sistem radar generasi baru.
Kedua pihak turut membahas peluang memperluas interaksi antarpenerbang, teknisi peperangan elektronika, pasukan khusus, hingga bidang ruang angkasa.
Pembicaraan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan memperluas ruang kerja sama antara TNI AU dan FASF.
Usai courtesy call, Wakasau dan General Dominique Tardif berinteraksi dengan personel militer kedua negara di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Airbus A330 MRTT milik FASF sebagai bagian dari rangkaian AMX PEGASE 2026 di Indonesia.
(MC101 – Dispenau)
Ringkasan Berita
- Wakasau Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M. menerima courtesy call Deputy Chief of Staff FASF General Dominique Tardif di Lanud Halim Perdanakusuma.
- Pertemuan merupakan bagian dari rangkaian AMX PEGASE 2026 sekaligus membahas penguatan kerja sama TNI AU dan FASF.
- Pembahasan mencakup teknologi pertahanan udara, integrasi sistem komando dan pengendalian, serta peluang kerja sama bidang ruang angkasa.
- Kedua pihak membahas perluasan interaksi antarpenerbang, teknisi peperangan elektronika, pasukan khusus, hingga bidang ruang angkasa.
- Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan Airbus A330 MRTT milik FASF di Indonesia.







