Kenalkan TNI AU, Dispenau Ajak Listeners Airmen Radio dan Followers Medsos Kunjungi Lanud Suryadarma

CAKRA101, Subang –  Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau) mengajak Listeners Airmen Radio dan followers media sosial TNI AU mengunjungi Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Kamis (2/3/2023).

Acara yang diikuti 30 peserta dan bertajuk Airmen Tour & Joy Report dipimpin langsung Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, S.Sos.

Kedatangan Kadispenau dan peserta disambut Danwing 8 Kolonel Pnb Anggit Budi Wibowo. Kadispenau mengatakan, selain bentuk apresiasi kepada para listeners dan followers, kegiatan Airmen Tour & Joy Report juga sebagai upaya mendekatkan TNI AU, khususnya Lanud Suryadarma kepada masyarakat.

“Kita sangat mengapresiasi mereka dengan mengundang ke satuan kerja TNI AU, tahun lalu ke Lanud Adisutjipto serta AAU, dan tahun ini ke Lanud Suryadarma,” ujar Kadispenau.

Dipilihnya Lanud Suryadarma sebagai destinasi kegiatan Airmen Tour, tidak terlepas dari peran strategis Lanud Suryadarma sebagai Lanud Operasional. Lanud ini juga memiliki nilai sejarah tinggi. Pada awalnya, Lanud Suryadarma sebagai basis mencetak para penerbang.

“Oleh Belanda Lanud ini dijadikan tempat sekolah penerbang dan ada beberapa perintis Angkatan Udara menjalani pendidikan di Lanud Suryadarma pada saat itu,” ungkap Kadispenau.

Di Lanud Suryadarma, peserta Airmen Tour dan Joy Report, mengunjungi Skadron Udara 7 dan menyaksikan display tim Dynamic Pegasus. Tiga helikopter EC-120 Colibry, menunjukkan kemampuanya dalam bermanuver khas Dynamic Pegasus,.

Komandan Skadron Udara 7 Letkol Pnb Taufik menyebutkan, Dynamic Pegasus, sebagai satu-satunya aerobatik yang menggunakan pesawat Rotary Wing (Helikopter) di Asia Tenggara.

“Kita mempunyai tim namanya Dynamic Pegasus, biasanya terbang dengan formasi 6 pesawat, nah tadi yang ditampilkan baru 3 pesawat,” ujar Danskadron Udara 7 sesaat setelah melaksanakan terbang formasi tiga pesawat.

Disampaikannya, helikopter adalah pesawat yang unik dan tidak bisa disamakan dengan pesawat fix wing, keunikan ini menjadikan show helikopter sudah bisa dilakukan sejak dari awal atau di ground.

“Helikopter ada 4 dimensi, yaitu depan-belakang, kiri-kanan dan atas-bawah, sedangkan pesawat fix wing tidak bisa. Ini merupakan sebuah keuntungan bukan kesulitan, karena kita bisa menampilkan show pesawat sejak dari ground ,” ungkap Danskadron Udara 7.

Sebelumnya, para peserta juga mendapat penjelasan tentang sejarah Skadron Udara 7 dan awal pembentukan tim Dynamic Pegasus yang disampaikan oleh Danwing 8, Kolonel Pnb Anggit Budi Wibowo.

Peserta Airmen Tour & Joy Report juga mengunjungi Skadron Pendidikan 105, satuan pendidikan yang mencetak penerbang helikopter TNI/TNI AU.

Selanjutnya, para peserta juga diajak mengunjungi museum Rumah Sejarah, tempat penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang tanggal 8 Maret 1942. Rumah Sejarah ini dibangun pada tahun 1917 untuk tempat tinggal Perwira Sekolah Penerbang Hindia Belanda di Pangkalan Udara Kalijati.

Meskipun sudah berusia lebih dari satu abad, bangunan yang berada di dalam kompleks Lanud Suryadarma ini, masih terlihat kokoh. Di dalamnya rersimoan beberapa benda saksi penyerahan bala tentara Belanda kepada Jepang.

Selain itu, peserta Airmen Tour & Joy Report juga mengunjungi Pusat Pendidikan Terbang Layang (Pusdikterla). Di tempat ini, para peserta melihat berbagai jenis pesawat terbang layang dan mendapat penjelasan tentang operasional Pusdkkterla yang bertugas menyelenggarakan pendidikan terbang layang di bawah naungan FASI.

MC101-Dispenau

daniel

daniel