JAKARTA, Cakra101.com – Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel atau panel calon pemberi pinjaman untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Jumlah anggota panel ini masih berpotensi bertambah seiring perkembangan proyek dan kebutuhan pembiayaan.
lenders panel merupakan kelompok calon pemberi pinjaman dan mitra pembiayaan yang dibentuk untuk mendukung pembiayaan pipeline proyek PSEL yang dikembangkan DIM melalui Denera dalam menjalankan mandat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Melalui panel tersebut, DIM dan Denera memetakan minat serta kapasitas pembiayaan institusi keuangan, baik pada tingkat portofolio maupun proyek individual, sebelum proses pembiayaan formal dimulai. Informasi yang diperoleh menjadi dasar untuk menjajaki struktur pendanaan sesuai kebutuhan, mulai dari jenis dan tenor pinjaman, fasilitas nontunai, hingga berbagai solusi pembiayaan lainnya.
Salah satu hasil utama pembentukan lenders panel adalah minat pembiayaan indikatif yang mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program PSEL. Angka ini mencerminkan tingginya ketertarikan institusi keuangan domestik dan internasional terhadap peluang pembiayaan program tersebut.
Meski demikian, nilai indikatif tersebut merupakan gambaran awal mengenai ketertarikan dan kapasitas pendanaan. Setiap rencana pembiayaan tetap harus melalui proses evaluasi dan persetujuan kredit sesuai ketentuan yang berlaku.
Stefanus Ade Hadiwidjaja, Managing Director Investment DIM, mengatakan bahwa penetapan 34 institusi keuangan sebagai anggota panel menjadi pencapaian penting dalam menyiapkan pembiayaan program PSEL.
“Penetapan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel merupakan pencapaian penting dalam menyiapkan pembiayaan program PSEL. Minat pembiayaan indikatif yang mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang menunjukkan besarnya potensi dukungan dari pasar pembiayaan. Melalui panel ini, kami dapat memetakan kapasitas dan minat calon pemberi pinjaman untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek,” kata Stefanus.
Sebanyak 34 anggota lenders panel yang telah ditetapkan hingga saat ini mencakup institusi pembiayaan proyek internasional yang berpengalaman dalam pembiayaan lintas negara, bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, serta pengelola dana iklim.
Panel tersebut juga melibatkan bank-bank besar dalam negeri, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank umum swasta nasional. Selain itu, terdapat bank internasional yang beroperasi di Indonesia serta bank syariah.
M. Ramadhan Harahap, Chief Financial Officer Denera, menyampaikan apresiasi kepada seluruh institusi keuangan yang terpilih menjadi anggota lenders panel. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat mendukung kelancaran penyiapan pembiayaan proyek PSEL.
“Kami mengapresiasi partisipasi dan kepercayaan institusi keuangan yang telah bergabung dalam lenders panel PSEL Denera. Kami berharap kolaborasi ini dapat terbangun dengan baik dan menjadi fondasi bagi kerja sama yang produktif dalam mendukung pengembangan proyek-proyek PSEL kami,” kata Ramadhan.
Sementara itu, Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menegaskan bahwa penyiapan pembiayaan program PSEL dilakukan dengan mengedepankan tata kelola yang baik dan prinsip kehati-hatian.
“Besarnya minat pembiayaan merupakan perkembangan positif, tetapi kesiapan pembiayaan tidak hanya diukur dari besarnya minat yang diterima. Setiap komitmen pembiayaan tentunya tetap melalui prosedur due diligence (uji tuntas) dan persetujuan komite di masing-masing institusi pembiayaan tersebut. Kami memastikan proses ini berjalan dengan mengedepankan tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas,” kata Pandu.
Proses Seleksi Transparan
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk oleh DIM dan Denera sebagai penasihat keuangan (financial advisor) sekaligus konsultan pembentukan lenders panel. Proses pembentukan panel dimulai pada Juli 2026 melalui pengumuman terbuka dan undangan langsung kepada institusi keuangan domestik maupun internasional.
Setiap pengajuan dievaluasi berdasarkan kapasitas finansial, pengalaman dan kemampuan dalam mengeksekusi pembiayaan, fleksibilitas, serta kesesuaian strategis dengan kebutuhan program PSEL.
Selanjutnya, setiap pembiayaan akan tetap tunduk pada evaluasi kelayakan, proses due diligence atau uji tuntas, persetujuan internal masing-masing institusi, serta pemenuhan persyaratan yang berlaku.
Melalui inisiatif ini, DIM dan Denera memperkuat kesiapan pembiayaan sebagai salah satu fondasi pengembangan proyek PSEL nasional. Pendekatan tersebut juga membuka peluang keterlibatan modal swasta dan internasional dalam pembiayaan infrastruktur pengolahan sampah, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta keberlanjutan finansial jangka panjang.
Tentang PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera)
PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) merupakan perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus perusahaan holding yang mengonsolidasikan seluruh proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah Indonesia.
Berdiri sejak 1 April 2026, Denera dibentuk oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui PT Danantara Investment Management. Denera memiliki mandat untuk mendorong pengembangan infrastruktur pengolahan sampah melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, mitra teknologi, serta berbagai pemangku kepentingan.
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Stakeholders Management & Communications BPI Danantara
Diterbitkan pada: 15.01 WIB, 19 Oktober 2026
(MC101 – SMC BPI Danantara)
Ringkasan Berita
- Danantara Indonesia melalui DIM dan Denera menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel untuk mendukung pembiayaan program PSEL.
- Minat pembiayaan indikatif tercatat lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program PSEL, meski setiap rencana pendanaan tetap harus melalui evaluasi dan persetujuan kredit.
- Anggota panel mencakup institusi pembiayaan internasional, bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan bilateral dan infrastruktur, pengelola dana iklim, serta bank domestik dan internasional.
- PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) ditunjuk sebagai penasihat keuangan sekaligus konsultan pembentukan panel. Seleksi dimulai pada Juli 2026 melalui pengumuman terbuka dan undangan langsung.
- DIM dan Denera menyiapkan pembiayaan PSEL dengan mengedepankan tata kelola, transparansi, akuntabilitas, prinsip kehati-hatian, dan keberlanjutan finansial jangka panjang.