Beranda / Nasional / Pemerintah Resmikan Mini LNG Plant di Tuban, Perkuat Ketahanan Energi dan Optimalkan Gas Domestik

Pemerintah Resmikan Mini LNG Plant di Tuban, Perkuat Ketahanan Energi dan Optimalkan Gas Domestik

TUBAN, Cakra101.com – Pemerintah terus mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi dalam negeri untuk mendukung terwujudnya Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Tuban, Jawa Timur, Kamis (25/6).

Peresmian fasilitas tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan gas bumi agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, terutama di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu, ketika banyak negara berupaya mengoptimalkan sumber energi domestiknya.

“Saya melihat ini adalah sebuah karya nyata dari sebuah perusahaan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita. Apalagi ini kan menghasilkan ada LNG, ada LPG, ada kondensat, dan ada CNG juga. Nah ini adalah merupakan bentuk daripada bauran energi dalam mengurangi impor LPG kita,” ujar Bahlil.

Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas merupakan fasilitas pengolahan gas yang menghasilkan berbagai produk energi, yaitu LNG, CNG, LPG, kondensat, serta memiliki rencana produksi CO2 liquid. Pasokan gas berasal dari Lapangan Sumber PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java hingga 2035 dengan volume 15 MMSCF per hari.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi LNG hingga 55.300 ton per tahun dengan kapasitas tangki 1.600. Selain itu, kapasitas produksi lainnya meliputi LPG 9.800 ton per tahun, gas kondensat 19.600 barrel per tahun, serta CO2 liquid 21.000 ton per tahun.

Seluruh hasil produksi Mini LNG Plant akan diserap oleh sektor industri, ritel, dan pembangkit listrik di wilayah Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Infrastruktur penyimpanan dan distribusi juga dirancang untuk mendukung rantai pasok LNG berbasis transportasi darat.

“Nah ini sangat membantu industri dalam rangka memberikan kepastian terhadap bahan baku. Sekarang kita di Jawa Timur masih oke, harganya masih oke. Di Jawa Barat, Banten, Bekasi, Jakarta, itu terjadi koreksi Karena HGBT kita lagi menurun, karena lifting di sana lagi menurun. Terpaksa kita pakai LNG, sehingga harganya memang agak naik. Nah ini yang kita harus cari jalan tengah untuk mendorong ke sana,” imbuh Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga meminta PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java selaku pemasok gas untuk memastikan keberlanjutan pasokan hingga masa kontrak berakhir pada 2035, sehingga investasi yang telah dilakukan dapat berjalan secara optimal.

“Tolong disupport ya. Jangan sampai kalian 2 tahun terus macet-macet kan, tidak boleh. Orang sudah investasi besar ini, jadi support terus, pegang itu kontrak, jangan diubah-ubah kontraknya supaya mereka ada kepastian dalam melakukan investasi dalam ke depan,” tegas Bahlil.

Pemerintah berharap kehadiran fasilitas ini mampu meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, memperkuat keandalan pasokan energi bagi sektor industri dan pembangkitan listrik, mengurangi penggunaan bahan bakar yang lebih mahal dan memiliki emisi lebih tinggi, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan proyek-proyek strategis sektor energi. Kehadiran Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

(MC101 – Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama ESDM)

Ringkasan Berita:

  • Pemerintah meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.
  • Fasilitas ini memproduksi LNG, CNG, LPG, kondensat, serta direncanakan menghasilkan CO2 liquid.
  • Pasokan gas berasal dari Lapangan Sumber PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java hingga 2035 sebesar 15 MMSCF per hari.
  • Produksi LNG mencapai 55.300 ton per tahun, dengan hasil produksi disalurkan ke sektor industri, ritel, dan pembangkit listrik di Jawa, Bali, hingga Sulawesi.
  • Pemerintah menilai proyek ini mendukung bauran energi nasional, mengurangi impor LPG, serta meningkatkan daya saing industri dan perekonomian nasional.

Tag:

Jelajahi Militer

Hot Topic