JAKARTA, Cakra101.com – Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara (Pusterau) meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan kebakaran melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi yang digelar di lingkungan Mabesau, Cipinang Cempedak, Kamis (25/6/2026).
Kapusterau Marsma TNI Ignatius Wahyu Anggono, S.E., M.M., dalam sambutannya yang dibacakan Dirbakti Pusterau Kolonel Pas Rudolf Sidabalok, S.I.P., menyebutkan bahwa Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi, serta ancaman kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kondisi tersebut menuntut setiap personel mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi darurat.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai prosedur penyelamatan diri sekaligus menguji sistem proteksi gedung, jalur evakuasi, dan efektivitas rantai komando darurat di lingkungan kerja.
Sosialisasi dan simulasi tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Jakarta Timur.
Tim BPBD DKI Jakarta menyampaikan materi mengenai manajemen dan mitigasi bencana, termasuk teknik berlindung serta prosedur evakuasi saat terjadi gempa bumi.
Sementara itu, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta memperagakan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta teknik pemadaman awal kebakaran.
Bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya tanggap bencana di lingkungan Pusterau, sehingga keselamatan personel serta kelancaran pelaksanaan tugas organisasi tetap terjaga.
(MC101 – Dispenau)
Poin Penting:
- Pusterau menggelar sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan kebakaran di lingkungan Mabesau.
- Personel dibekali prosedur penyelamatan diri, sistem proteksi gedung, jalur evakuasi, dan rantai komando darurat.
- Kegiatan melibatkan BPBD DKI Jakarta dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.
- Simulasi mencakup mitigasi gempa bumi serta praktik penggunaan APAR dan teknik pemadaman awal kebakaran.
- Kegiatan bertujuan memperkuat budaya tanggap bencana demi menjaga keselamatan personel dan kelancaran tugas organisasi.