BEKASI, Cakra101.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh kekuatan nasional untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia. Menurut Kepala Negara, kekuatan ekonomi nasional harus dibangun secara bersama-sama tanpa membedakan skala usaha.
Presiden menyampaikan hal tersebut saat meresmikan peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.
“Hari ini saya mengajak kalian Indonesia Incorporated. Kita harus jadi satu. Yang kuat, yang menengah, yang agak menengah, dan yang lemah. Harus bersatu,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menilai persatuan seluruh kekuatan nasional menjadi penting untuk memperkuat ketahanan Indonesia dalam menghadapi berbagai gejolak global, khususnya di sektor energi. Ketergantungan terhadap energi dari luar negeri, menurut Kepala Negara, dapat membuat Indonesia ikut terdampak ketika terjadi konflik maupun perang dagang di negara lain.
“Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar,” tegasnya.
Presiden Prabowo mengatakan Indonesia sesungguhnya memiliki modal besar untuk membangun kemandirian melalui sumber daya alam yang melimpah. Namun, kekayaan tersebut harus dijaga dan dikelola dengan baik agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa.
Salah satu langkah strategis yang didorong pemerintah adalah mempercepat penggunaan energi listrik di berbagai sektor. Presiden Prabowo menilai elektrifikasi transportasi dan peralatan industri dapat menjadi bagian penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
“Salah satu cara mengelolanya adalah seperti hari ini. Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman. Kita akan lebih sejahtera,” kata Prabowo.
Kepala Negara juga menyoroti besarnya pengeluaran Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak dari luar negeri. Presiden Prabowo menyebut devisa yang dikeluarkan untuk BBM mencapai sekitar USD28 miliar hingga USD30 miliar setiap tahun. Karena itu, pemerintah bertekad menekan ketergantungan tersebut melalui berbagai kebijakan energi.
Selain mendorong elektrifikasi, pemerintah menyiapkan sejumlah agenda transisi energi. Presiden Prabowo menyampaikan rencana mengganti penggunaan LPG dengan CNG serta membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas total 100 gigawatt dalam empat tahun.
Presiden Prabowo juga meminta PT PLN (Persero) mempercepat pengurangan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel.
“PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel. Kurang lebih 13 gigawatt harus segera kita tinggalkan,” tegasnya.
Di sisi lain, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber energi lain yang masih terus diteliti dan dikembangkan. Ia menyebut para ilmuwan dan peneliti Indonesia terus menemukan potensi baru, termasuk cadangan hidrogen alam yang dinilainya sangat besar.
Presiden Prabowo optimistis berbagai langkah tersebut akan memperkuat kemandirian energi Indonesia dalam waktu relatif singkat. Ia memperkirakan proses penguatan tersebut dapat terlihat dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
“Kita akan bangkit benar-benar. Sekarang kita sudah mulai bangkit,” pungkasnya.
(MC101 – BPMI Setpres)
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo mengajak seluruh kekuatan ekonomi nasional bersatu dalam semangat Indonesia Incorporated untuk memperkuat Indonesia.
- Pemerintah mendorong elektrifikasi transportasi dan peralatan industri guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
- Indonesia mengeluarkan devisa sekitar USD28 miliar hingga USD30 miliar setiap tahun untuk kebutuhan BBM dari luar negeri.
- Pemerintah menyiapkan transisi energi melalui penggantian LPG dengan CNG serta pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt dalam empat tahun.
- Presiden Prabowo optimistis kemandirian energi Indonesia dapat semakin kuat dalam tiga hingga lima tahun ke depan.




















