MARTAPURA, Cakra101.com – Dalam rangka persiapan latihan penembakan sasaran udara berupa pesawat nirawak (target drone) pada Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026, prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat bersama personel Air Defense US Army dan United States Marine Corps (USMC) melaksanakan persiapan dan koordinasi di Lapang Tembak Staling Armed Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Selasa (8/9/2026).
Persiapan tersebut meliputi penyamaan pemahaman mengenai sistem persenjataan pertahanan udara yang akan digunakan dalam pelaksanaan latihan.
Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya direncanakan mengoperasikan Rudal Mistral, sementara unsur pertahanan udara US Army menggunakan Rudal Stinger.
Melalui koordinasi tersebut, personel dari kedua negara saling berbagi pengalaman dan menyelaraskan prosedur pengoperasian sistem persenjataan guna mendukung kelancaran latihan penembakan sasaran udara.
Selain kesiapan sistem persenjataan, personel TNI dan pasukan Amerika Serikat turut mematangkan koordinasi teknis penggunaan target drone yang akan diterbangkan sebagai sasaran udara.
Persiapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan latihan berlangsung aman, efektif, dan profesional, sekaligus memperkuat interoperabilitas serta kemampuan kerja sama antara unsur pertahanan udara kedua negara dalam rangkaian Latgabma SGS 2026.
(MC101 – Puspen TNI)
Ringkasan Berita
- Arhanud TNI AD bersama Air Defense US Army dan USMC mempersiapkan latihan penembakan target drone dalam SGS 2026.
- Persiapan berlangsung di Lapang Tembak Staling Armed Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Selasa (8/9/2026).
- Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya direncanakan menggunakan Rudal Mistral, sedangkan US Army menggunakan Rudal Stinger.
- Personel TNI dan Amerika Serikat menyelaraskan prosedur pengoperasian sistem persenjataan serta berbagi pengalaman.
- Koordinasi teknis penggunaan target drone dimatangkan untuk mendukung latihan yang aman, efektif, profesional, sekaligus memperkuat interoperabilitas kedua negara.