JAKARTA, Cakra101.com – TNI Angkatan Udara dan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) memperkuat sinergi dalam menghadapi perkembangan ancaman narkotika yang semakin kompleks. Penguatan dilakukan melalui peningkatan koordinasi, pertukaran informasi, serta penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini.
Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M. bersama Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Dr. (H.C) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.SI., membahas peluang kolaborasi antara TNI AU dan BNN RI pada Senin (14/9/2026).
Pembahasan tersebut mencakup penguatan interdiksi di lingkungan bandara, pengembangan data intelijen yang terintegrasi, pemetaan pola penyelundupan, serta sistem peringatan dini.
Penguatan sinergi menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, termasuk menghadapi perubahan modus operandi jaringan narkotika yang memanfaatkan berbagai jalur distribusi, termasuk wilayah bandara dan ruang udara.
KASAU menyampaikan bahwa TNI AU selama ini telah berkontribusi dalam mendukung upaya pencegahan dan pengawasan terhadap peredaran narkotika, khususnya melalui pengamanan di wilayah bandara.
TNI AU juga menegaskan komitmen untuk tidak memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal organisasi.
Sementara itu, Kepala BNN RI menyampaikan bahwa perkembangan narkotika saat ini berlangsung sangat cepat, baik dari sisi jenis, bentuk, maupun modus peredarannya. Karena itu, diperlukan kerja sama lintas instansi untuk memperkuat upaya pemberantasan, pencegahan, rehabilitasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Selain memperkuat kerja sama eksternal, TNI AU dan BNN RI turut membahas upaya pencegahan di lingkungan internal melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Upaya tersebut mencakup sosialisasi, deteksi dini, pemeriksaan, serta peningkatan pemahaman personel dan keluarga terhadap perkembangan ancaman narkotika.
(MC101 – Dispenau)
Ringkasan Berita
- TNI AU dan BNN RI memperkuat sinergi menghadapi perkembangan ancaman narkotika yang semakin kompleks.
- Kolaborasi mencakup penguatan interdiksi di bandara, data intelijen terintegrasi, pemetaan pola penyelundupan, dan sistem peringatan dini.
- TNI AU menegaskan komitmen untuk tidak memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal organisasi.
- TNI AU dan BNN RI memperkuat program P4GN melalui sosialisasi, deteksi dini, pemeriksaan, serta peningkatan pemahaman personel dan keluarga.






