NEW YORK, Cakra101.com – Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB menjadi hal yang tidak dapat ditawar. Di tengah tantangan operasi yang semakin kompleks, keterbatasan sumber daya, serta berkembangnya ancaman terhadap personel di lapangan, penguatan perlindungan dan kemampuan operasi pemeliharaan perdamaian semakin penting untuk memastikan mandat dapat dijalankan secara efektif.
Sebagai salah satu kontributor utama pasukan pemeliharaan perdamaian PBB, Indonesia turut menghadapi berbagai tantangan dan risiko tersebut.
Pada Maret–April 2026, empat peacekeepers Indonesia yang bertugas dalam UNIFIL gugur dalam rangkaian insiden di Lebanon. Risiko tersebut tidak mengurangi komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi terhadap pemeliharaan perdamaian PBB yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.
Indonesia pertama kali mengirimkan peacekeepers pada 1957 melalui UNEF di Sinai, Mesir. Sejak saat itu, Indonesia telah mengirimkan lebih dari 60.000 pasukan pemeliharaan perdamaian ke berbagai belahan dunia.
Berbekal pengalaman dan komitmen tersebut, Indonesia bersama Belanda secara resmi menjadi co-host UN Peacekeeping Ministerial (UNPM) 2027 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada kuartal keempat 2027.
Ini menjadi pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah forum tingkat menteri tersebut.
Serah terima peran host UNPM dilakukan dalam pertemuan Special Committee on Peacekeeping Operations di Markas Besar PBB, New York, pada 17 September 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius selaku tuan rumah UNPM 2025, Wakil Tetap RI untuk PBB Duta Besar Umar Hadi, dan Wakil Tetap Belanda untuk PBB Duta Besar Lise Gregoire-van Haaren.
Turut hadir Under-Secretary-General for Peace Operations Jean-Pierre Lacroix, Under-Secretary-General for Operational Support Atul Khare, serta Under-Secretary-General for Management Strategy, Policy and Compliance Catherine Pollard.
“Melalui kepemimpinan bersama ini, Indonesia berupaya untuk menggalang dukungan politik, mendorong kerja sama internasional yang inklusif, serta memastikan operasi perdamaian PBB tetap efektif, responsif, dan didukung sumber daya yang memadai,” ujar Duta Besar Umar Hadi.
Di tengah dinamika situasi internasional saat ini, pasukan penjaga perdamaian PBB tetap dan akan terus memegang peranan penting dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia.
Untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan, keberadaan pasukan penjaga perdamaian harus berjalan beriringan dengan penguatan solusi politik dan post-conflict peacebuilding.
Penyelenggaraan UNPM 2027 di Jakarta akan menjadi momentum bagi Indonesia untuk mendorong political commitments dan solusi bersama dalam menjawab tantangan pemeliharaan perdamaian.
Forum tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara negara anggota, negara kontributor pasukan, dan PBB.
(MC101 – Ditjen IDP Kemlu)
Ringkasan Berita
- Indonesia dan Belanda resmi menjadi co-host UN Peacekeeping Ministerial (UNPM) 2027.
- UNPM 2027 akan diselenggarakan di Jakarta pada kuartal keempat 2027 dan menjadi pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah forum tingkat menteri tersebut.
- Indonesia telah berkontribusi dalam pemeliharaan perdamaian PBB selama lebih dari enam dekade dan mengirimkan lebih dari 60.000 pasukan ke berbagai belahan dunia.
- Serah terima peran host UNPM dilakukan di Markas Besar PBB, New York, pada 17 September 2026.
- Indonesia akan mendorong dukungan politik, kerja sama internasional yang inklusif, serta penguatan operasi perdamaian PBB melalui UNPM 2027.


