JAKARTA, Cakra101.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) PEGASE 2026 di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Selasa, 22 September 2026.
Kunjungan tersebut menjadi wujud perhatian dan dukungan penuh pemerintah terhadap peningkatan kapasitas operasional, profesionalisme prajurit, serta modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui kerja sama internasional berstandar global.
Latma PEGASE 2026 merupakan latihan militer gabungan berskala besar antara TNI AU dan Angkatan Udara Prancis (Armée de l’Air et de l’Espace/FASF). Tahun ini menjadi edisi ketujuh misi proyeksi kekuatan udara Prancis di kawasan Indo-Pasifik, dengan Indonesia kembali dipercaya sebagai salah satu titik singgah (hub) sekaligus mitra latihan utama.
Pelaksanaan latihan tersebut merupakan pengejawantahan komitmen kemitraan strategis pertahanan Indonesia–Prancis yang sebelumnya telah disepakati Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris.
Di sela-sela peninjauan, Menhan RI mengapresiasi tingginya tingkat interoperabilitas dan kesiapan taktis yang ditunjukkan para penerbang serta personel pendukung dari kedua negara.
“Peninjauan langsung ini menegaskan komitmen kita untuk terus memperkuat daya gentar serta profesionalisme prajurit TNI AU. Pelaksanaan Latma PEGASE 2026 tidak hanya mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis, tetapi juga membuktikan kesiapan TNI AU dalam mengoperasikan alutsista generasi baru secara presisi dan terintegrasi,” ujar Menhan RI.
Rangkaian Latma PEGASE 2026 mencakup berbagai materi latihan taktis kompleks. Materi tersebut antara lain simulasi dan pelaksanaan pengisian bahan bakar di udara (Air-to-Air Refueling/AAR) menggunakan pesawat A330 MRTT, latihan penerjunan taktis (Static Jump) oleh pasukan Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) TNI AU dari pesawat A-400M, manuver pengawalan udara (Air Cover), serta forum pertukaran keahlian (Subject Matter Expert Exchange/SMEE) antara penerbang dan teknisi.
Dalam latihan berskala internasional tersebut, kedua angkatan udara melibatkan jajaran alutsista mutakhir.
TNI AU mengerahkan pesawat tempur Rafale, pesawat angkut strategis A-400M, serta prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Pasgat). Sementara itu, Angkatan Udara Prancis (FASF) menyiapkan pesawat tempur Rafale, pesawat tanker multiguna A330 MRTT (Multi Role Tanker Transport), serta pesawat angkut A400M Atlas.
Menhan RI menambahkan, kehadiran dan kolaborasi kekuatan udara dalam Latma PEGASE 2026 menjadi simbol penting diplomasi pertahanan Indonesia yang inklusif, bersahabat, dan berkomitmen aktif dalam menjaga stabilitas, perdamaian, serta keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
(MC101 – Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan [Biro Infohan Setjen Kemhan])
Ringkasan Berita:
- Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung Latma PEGASE 2026 di Jakarta Timur pada Selasa, 22 September 2026.
- Latma PEGASE 2026 merupakan latihan gabungan TNI AU dan Angkatan Udara Prancis sekaligus edisi ketujuh misi proyeksi kekuatan udara Prancis di Indo-Pasifik.
- Materi latihan meliputi Air-to-Air Refueling, Static Jump, Air Cover, dan Subject Matter Expert Exchange.
- TNI AU mengerahkan Rafale, A-400M, dan Pasgat, sedangkan FASF melibatkan Rafale, A330 MRTT, dan A400M Atlas.
- Latma PEGASE 2026 menjadi bagian dari diplomasi pertahanan Indonesia–Prancis serta kerja sama untuk mendukung stabilitas, perdamaian, dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.


