SIKKA, Cakra101.com – Sinergi TNI Angkatan Udara bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat akses pelayanan medis bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui dukungan evakuasi medis udara (Air Medical Evacuation/AirMedvac).
Dukungan tersebut diberikan kepada Ny. Maria Goreti Lelu, 78 tahun, warga Kajukeri, Rokatenda, Alok Timur, Sikka, yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Pasien dievakuasi dari wilayah terdampak bencana menuju RSUD Dr. T. C. Hillers, Maumere, Sabtu (22/8/2026).
Pelaksanaan evakuasi melibatkan prajurit Batalyon Kesehatan TNI Angkatan Udara (Yonkesau), Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), dan BNPB. Dengan menggunakan helikopter BNPB, pasien dipindahkan dari pick-up point wilayah terdampak menuju fasilitas kesehatan rujukan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, pasien mengalami sesak napas, nyeri dada kiri, palpitasi, batuk, serta edema bilateral tungkai. Pasien mendapatkan penanganan awal berupa dukungan oksigen dan terapi medis emergensi sebelum memperoleh evaluasi lanjutan oleh tenaga medis spesialis di fasilitas rujukan.
Kolaborasi TNI AU dan BNPB melalui kemampuan evakuasi medis udara menjadi bagian dari dukungan penanggulangan bencana alam di Provinsi NTT, khususnya dalam mempercepat akses pertolongan bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan tantangan geografis.
(MC101 – Dispenau)
Ringkasan Berita:
- TNI AU dan BNPB mendukung evakuasi medis udara warga terdampak bencana di NTT.
- Ny. Maria Goreti Lelu, 78 tahun, dievakuasi dari Sikka menuju RSUD Dr. T. C. Hillers, Maumere.
- Evakuasi melibatkan Yonkesau, Korpasgat, dan BNPB dengan menggunakan helikopter BNPB.
- Pasien mendapat dukungan oksigen dan terapi medis emergensi sebelum evaluasi lanjutan di fasilitas rujukan.
- Evakuasi medis udara dilakukan untuk mempercepat akses pertolongan bagi masyarakat di wilayah dengan tantangan geografis.



