SITUBONDO, Cakra101.com – Pelatihan lepas landas dan pendaratan helikopter milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) di KRI Sriwijaya-100 memasuki hari keempat. Kegiatan tersebut berlangsung dengan aman dan lancar sebagai bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas antarmatra TNI.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Dr. Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk interoperabilitas TNI dalam mendukung kesiapan menghadapi berbagai tantangan operasi.
Ia menjelaskan, sebelum KRI Sriwijaya-100 datang dan bergabung dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL), pelatihan lepas landas dan pendaratan helikopter di atas platform kapal perang Republik Indonesia (KRI) telah dilaksanakan oleh para penerbang beserta helikopter TNI AD dan TNI AU.
Adapun materi pelatihan yang dilaksanakan meliputi High Recce (pengintaian dari ketinggian), Low Recce (pengintaian dari ketinggian rendah), Dummy Approach (pendekatan simulasi), Touch and Go (menyentuh landasan lalu kembali lepas landas), serta Full Stop (pendaratan penuh hingga berhenti).
Asops Kasal menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, agar interoperabilitas TNI terus ditingkatkan untuk mengantisipasi perkembangan era peperangan modern.
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut
Diterbitkan pada: Sabtu, 17 Oktober 2026
(MC101 – Dispenal)
….
Ringkasan Berita
- Pelatihan lepas landas dan pendaratan helikopter TNI AD dan TNI AU di KRI Sriwijaya-100 memasuki hari keempat dengan aman dan lancar.
- Asops Kasal Laksamana Muda TNI Dr. Yayan Sofiyan menyebut pelatihan tersebut sebagai bentuk interoperabilitas antarmatra TNI.
- Materi latihan meliputi High Recce, Low Recce, Dummy Approach, Touch and Go, dan Full Stop.
- Pelatihan lepas landas dan pendaratan helikopter di atas platform KRI telah dilaksanakan sebelum KRI Sriwijaya-100 bergabung dengan TNI AL.
- Kegiatan tersebut sejalan dengan perintah KASAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk meningkatkan interoperabilitas TNI dalam menghadapi era peperangan modern.