Mentan Amran Dorong Pertanian Modern, Panen Tembus 10 Ton

JAKARTA, Cakra101.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong transformasi pertanian melalui penerapan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Salah satu pendekatan yang dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) adalah Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), yang kini mulai menunjukkan hasil di berbagai wilayah.

Dalam berbagai kesempatan, Mentan Amran mengatakan peningkatan produktivitas menjadi langkah penting setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras. Menurutnya, teknologi harus diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pendapatan petani.

“Swasembada alhamdulillah sudah tercapai. Nah sekarang pendekatannya adalah kesejahteraan. Itulah pentingnya teknologi. Kami pelajari dua tahun. Kami gabungkan metode Amerika dengan metode Indonesia, jajar legowo. Kami cek bahkan ada produksi 12 ton. Jadi minimal 10 ton saja,” ujar Mentan Amran beberapa saat lalu.

Menurut Mentan Amran, PM-AAS merupakan hasil pengembangan dengan mengombinasikan berbagai teknologi budidaya modern dan praktik pertanian yang telah berkembang di Indonesia. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan populasi tanaman agar produktivitas dapat meningkat secara signifikan.

Untuk memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan secara tepat di tingkat petani, Kementan melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) melakukan serangkaian pengujian di berbagai lokasi dan kondisi agroekosistem.

Kepala BRMP Fadjry Djufry mengatakan PM-AAS dirancang sebagai paket teknologi budidaya yang mengintegrasikan peningkatan populasi tanaman dengan pengelolaan tanaman secara terpadu.

Menurut Fadjry, penerapan PM-AAS mencakup penggunaan varietas unggul berdaya hasil tinggi, sistem tanam rapat melalui jajar legowo, pengelolaan air dengan metode alternate wetting and drying (AWD), pengendalian gulma, hama dan penyakit secara terpadu, serta pengelolaan hara berdasarkan kebutuhan spesifik lokasi.

“PM-AAS tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun sistem budidaya yang lebih efisien dan adaptif. Pengelolaan hara spesifik lokasi dan teknologi hemat air menjadi bagian penting agar produktivitas lahan tetap terjaga dan mampu menghadapi perubahan iklim,” kata Fadjry.

Dampak penerapan PM-AAS juga mulai terlihat di tingkat daerah. Di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, misalnya, demplot PM-AAS seluas 100 hektare mencatat hasil panen yang jauh lebih tinggi dibandingkan produktivitas sebelumnya.

Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud mengatakan panen demplot PM-AAS tersebut menghasilkan produktivitas sekitar 12,5 ton per hektare, meningkat dibandingkan hasil sebelumnya yang berada pada kisaran 7–8 ton per hektare.

“Demplot PM-AAS 100 hektare, alhamdulillah tadi panen. Infonya 12,5 ton per hektare. Sebelumnya 7–8 ton per hektare,” ujar Samsul.

Di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, petani Abdullah juga merasakan perbedaan signifikan dibandingkan pola budidaya sebelumnya, terutama dari jarak tanam dan penggunaan pupuk.

“Perbedaan antara dulu dengan sekarang dari jarak. Sekarang jaraknya rapat, pupuk dosisnya juga berbeda. Di sini dulu cuma mampu dapat 5 sampai 6 ton per hektare. Maksimalnya itu 7 ton,” ujar Abdullah.

Setelah mengikuti program PM-AAS, Abdullah menyebut hasil panennya meningkat hingga mencapai 11 ton per hektare.

“Karena adanya program pemerintah PM-AAS kami ikuti, sampai akhirnya kami mendapatkan hasilnya sampai 11 ton. PM-AAS menguntungkan, terlalu menguntungkan ini. Kalau saya, PM-AAS di sini bisa dilanjutkan kembali,” katanya.

Pengalaman serupa dirasakan petani Sidrap lainnya, Anas. Ia melihat perbedaan pertumbuhan tanaman yang lebih rapat dan hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

“Kalau tampilan padinya bagus sekali, tanamannya terlalu rapat, dan hasilnya terlalu banyak juga. Saya punya 50 are, hasilnya hampir 30 karung. Dulu kalau bukan 23, 24. Alhamdulillah bagus sekali hasilnya,” ungkapnya.

Petani Sidrap lainnya, Nurdin, juga mengaku puas dengan hasil yang diperoleh melalui penerapan PM-AAS. Ia menilai hasil panen varietas Inpari 48 yang ditanamnya mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.

“Kalau hasil sekarang memuaskan. Kalau sekarang yang Inpari 48 hasilnya sampai 143. Kalau dulu 120, ada kalanya di bawah 120. Padinya juga berat. Alhamdulillah hasilnya sekarang memuaskan,” ujarnya.

Nurdin berharap penerapan PM-AAS dapat diperluas sehingga semakin banyak petani di Indonesia memperoleh manfaat dari teknologi tersebut.

“Mudah-mudahan adanya program pemerintah PM-AAS ini, petani-petani di seluruh Indonesia bisa mengikuti,” katanya.

Efisiensi juga dirasakan petani di wilayah lain. Abdul Rohim, petani asal Kampung Candarajaya, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke mengatakan penggunaan metode tanam menggunakan drum seeder atau paralon membuat proses tanam jauh lebih efisien dibandingkan metode tanam pindah.

Sementara itu, Angga Dwi Hadianto, petani lainnya, menilai penggunaan metode tanam baru yang dipadukan dengan pemanfaatan drone membuat pekerjaan di lapangan lebih cepat dan menghemat tenaga kerja.

“Dari pertumbuhannya sudah terlihat lebih bagus dibanding cara lama. Kami juga lebih hemat tenaga karena penyemprotan menggunakan drone. Petani di sini optimistis hasilnya akan lebih baik,” pungkasnya.

Berbagai pengalaman di tingkat petani dan daerah tersebut kemudian diperkuat oleh hasil pengujian multi-lokasi yang dilakukan BRMP. Pada musim tanam pertama 2026 (MK-1), BRMP melaksanakan uji PM-AAS pada total luasan sekitar 2.000 hektare di 15 provinsi, berupa demfarm sekurang-kurangnya 100 hektare di setiap provinsi.

Dari 18 kabupaten di 13 provinsi yang telah memasuki masa panen, hasil ubinan Kerangka Sampel Analisis (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produktivitas rata-rata PM-AAS mencapai 10,34 ton GKP per hektare.

Angka tersebut meningkat dari rata-rata 6,32 ton GKP per hektare pada praktik non-PM-AAS, atau terjadi tambahan sekitar 4,02 ton per hektare. Dengan demikian, produktivitas meningkat 63,46 persen.

Bahkan, sebanyak 12 dari 18 lokasi atau 66,7 persen telah mencapai produktivitas minimal 10 ton GKP per hektare. Sementara di berbagai lokasi lainnya, produktivitas PM-AAS telah berada pada kisaran 9–11 ton GKP per hektare.

Pengembangan PM-AAS dilakukan BRMP secara intensif sejak awal 2025 melalui serangkaian uji terap di berbagai lokasi dan musim tanam. Sebelum diformulasikan sebagai satu paket teknologi dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 8–9 atau siap diterapkan, PM-AAS terlebih dahulu diuji pada berbagai kondisi lahan.

Dari pengujian pendahuluan, produktivitas 10 ton per hektare berhasil dicapai selama dua musim berturut-turut di Soppeng, Sulawesi Selatan. Pengujian selanjutnya diperluas ke berbagai ekosistem, termasuk lahan irigasi teknis, irigasi nonteknis dan lahan rawa.

Capaian tersebut menjadi penting karena produktivitas padi nasional selama sekitar 20 tahun relatif stagnan pada kisaran 5,3 ton GKG per hektare, atau setara sekitar 6,3 ton GKP per hektare.

Mentan Amran menegaskan bahwa peningkatan produktivitas harus bermuara pada kesejahteraan petani. Karena itu, pertanian modern tidak cukup hanya menghasilkan produksi yang tinggi, tetapi juga harus mampu menekan biaya usaha tani dan meningkatkan pendapatan petani.

“Kalau disiplin, produksinya tidak akan di bawah delapan ton. Bisa 10 ton, bahkan 12 ton. Kalau sawahnya satu hektare, rata-rata pendapatannya bisa sekitar Rp16,3 juta per bulan. Artinya di atas gaji pegawai,” ujar Mentan Amran.

Penerapan PM-AAS secara lebih luas dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan produktivitas padi nasional. Dengan menggabungkan teknologi, efisiensi usaha tani dan pendampingan petani, modernisasi pertanian diharapkan tidak hanya memperkuat swasembada beras, tetapi juga membangun sistem produksi pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

(MC101 – Humas Kementan)

Ringkasan Berita:

  • Mentan Amran mendorong transformasi pertanian melalui Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS).
  • Produktivitas PM-AAS rata-rata mencapai 10,34 ton GKP per hektare, dibandingkan 6,32 ton pada praktik non-PM-AAS.
  • Produktivitas PM-AAS meningkat 63,46 persen, dengan tambahan sekitar 4,02 ton per hektare.
  • Sebanyak 12 dari 18 lokasi atau 66,7 persen telah mencapai produktivitas minimal 10 ton GKP per hektare.
  • PM-AAS diarahkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menekan biaya usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Terkini

TNI AU Kirim 12,5 Ton Beras ke Yahukimo Papua Pegunungan

TIMIKA, Cakra101.com – Fenomena El Niño menyebabkan kekeringan dan penurunan debit air sungai, sehingga distribusi logistik melalui jalur perairan dari Timika menuju Yahukimo mengalami kendala...

Wapang TNI Tinjau Kesiapan Yonif TP 835 dan KDMP NTB

LOMBOK TENGAH Cakra101.com – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. meninjau Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 835/Samota Yudha Bhakti di Sumbawa serta perkembangan Koperasi...

TNI AU-Pemprov Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Pembangunan

SUBANG, Cakra101.com – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Sinergi tersebut diwujudkan melalui...

TNI AL dan US Navy Sinkronkan Misi Navfor SGS 2026

JAKARTA, Cakra101.com – TNI Angkatan Laut bersama United States Navy (US Navy) dan United States Coast Guard (USCG) melaksanakan Pre-Sail Conference dalam rangka mendukung Latihan Gabungan Bersama...

Gempa NTT Hari ke-20, TNI Kirim “18,191 Ton” Bantuan

NTT, Cakra101.com – Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlanjut hingga hari kedua puluh, Kamis (3/9/2026). TNI terus melaksanakan berbagai kegiatan untuk membantu masyarakat...

TNI Kerahkan Helikopter Caracal untuk Water Bombing Dekat IKN

NUSANTARA, Cakra101.com – TNI bergerak cepat merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (3/9/2026). TNI AU...

SGS 2026, Helikopter Apache TNI Gelar Latihan Live Fire

MARTAPURA, Cakra101.com – Helikopter AH-64 Apache TNI melaksanakan latihan Live Fire bersama personel US Army dalam rangka Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di...

STAFFEX SGS 2026 Simulasikan Operasi Gabungan di Bandung

BANDUNG, Cakra101.com – Personel staf TNI dan militer negara mitra melaksanakan Staff Exercise (STAFFEX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Bandung, Kamis (3/9/2026)...

Super Garuda Shield 2026 Gelar Latihan IMTP dan Scout Stalking

LAMPUNG, Cakra101.com – Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan Infantry Marksmanship Training Program (IMTP) dan Scout Stalking di Teluk Pandan, Pesawaran...

Irjen TNI Briefing Pati Mabes TNI, Bahas Karhutla dan Gempa NTT

JAKARTA, Cakra101.com – Inspektur Jenderal (Irjen) TNI memberikan briefing kepada Perwira Tinggi (Pati) Mabes TNI di Lapangan Tembak Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2026). Briefing...

Hari ke-19, Bantuan TNI untuk Korban Gempa NTT Tembus 1.061 Ton

NTT, Cakra101.com – Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut...

Wadan Kodiklat TNI Tinjau Pengerasan Jalan ENCAP SGS 2026

BATURAJA, Cakra101.com – Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada latihan taktis dan tempur multinasional, tetapi juga diwujudkan melalui aksi...

TNI AU Kirim 12,5 Ton Beras ke Yahukimo Papua Pegunungan

TIMIKA, Cakra101.com – Fenomena El Niño menyebabkan kekeringan dan penurunan debit air sungai, sehingga distribusi logistik melalui jalur perairan dari Timika menuju Yahukimo mengalami kendala...

Wapang TNI Tinjau Kesiapan Yonif TP 835 dan KDMP NTB

LOMBOK TENGAH Cakra101.com – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. meninjau Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 835/Samota Yudha Bhakti di Sumbawa serta perkembangan Koperasi...

TNI AU-Pemprov Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Pembangunan

SUBANG, Cakra101.com – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Sinergi tersebut diwujudkan melalui...

TNI AL dan US Navy Sinkronkan Misi Navfor SGS 2026

JAKARTA, Cakra101.com – TNI Angkatan Laut bersama United States Navy (US Navy) dan United States Coast Guard (USCG) melaksanakan Pre-Sail Conference dalam rangka mendukung Latihan Gabungan Bersama...

Gempa NTT Hari ke-20, TNI Kirim “18,191 Ton” Bantuan

NTT, Cakra101.com – Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlanjut hingga hari kedua puluh, Kamis (3/9/2026). TNI terus melaksanakan berbagai kegiatan untuk membantu masyarakat...

TNI Kerahkan Helikopter Caracal untuk Water Bombing Dekat IKN

NUSANTARA, Cakra101.com – TNI bergerak cepat merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (3/9/2026). TNI AU...

SGS 2026, Helikopter Apache TNI Gelar Latihan Live Fire

MARTAPURA, Cakra101.com – Helikopter AH-64 Apache TNI melaksanakan latihan Live Fire bersama personel US Army dalam rangka Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di...

STAFFEX SGS 2026 Simulasikan Operasi Gabungan di Bandung

BANDUNG, Cakra101.com – Personel staf TNI dan militer negara mitra melaksanakan Staff Exercise (STAFFEX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Bandung, Kamis (3/9/2026)...

Super Garuda Shield 2026 Gelar Latihan IMTP dan Scout Stalking

LAMPUNG, Cakra101.com – Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan Infantry Marksmanship Training Program (IMTP) dan Scout Stalking di Teluk Pandan, Pesawaran...

Irjen TNI Briefing Pati Mabes TNI, Bahas Karhutla dan Gempa NTT

JAKARTA, Cakra101.com – Inspektur Jenderal (Irjen) TNI memberikan briefing kepada Perwira Tinggi (Pati) Mabes TNI di Lapangan Tembak Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2026). Briefing...

Hari ke-19, Bantuan TNI untuk Korban Gempa NTT Tembus 1.061 Ton

NTT, Cakra101.com – Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut...

Wadan Kodiklat TNI Tinjau Pengerasan Jalan ENCAP SGS 2026

BATURAJA, Cakra101.com – Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada latihan taktis dan tempur multinasional, tetapi juga diwujudkan melalui aksi...

Cakra101.com

Media Cakra101.com adalah portal media yang dikelola oleh PT. Cakra Persada Nusantara 101 (CPN101)

Kontak Kami

No HP: 0812-8272-5007 (Pemred)
No HP: 0822-1112-7101 

E-Mail: mediacakra101official@gmail.com

Ikuti Kami

Ikuti update dan berita terbaru kami di Media Sosial!