Pesan Kasad di Sabuga ITB, Jadilah Garda Terdepan Dalam Manjaga Nilai-Nilai Pancasila

CAKRA101, Bandung- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., berpesan kepada mahasiswa untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dari segala bentuk ancaman, terutama ancaman internal yang saat ini sedang menguji Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia.

Ajakan itu disampaikan Kasad saat memberikan kuliah umum kepada para 540 mahasiswa ITB dan Menwa se-Jawa Barat dalam rangka HUT ke-36 Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawarman di Gedung Sasana Budaya Ganesha ITB Bandung. Senin, (13/6/2022).

“Apapun ancaman-ancaman itu, kita harus serempak dan bersama-sama menghadapinya untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Kasad.

Dikatakan Kasad, nilai-nilai bangsa Indonesia seperti menghormati perbedaan, mendahulukan kepentingan umum, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, optimisme dan nasionalisme tidak boleh luntur sehingga mampu menghadapi ancaman-ancaman tersebut.

“Nilai-nilai kebangsaan ini sangat penting untuk dipahami sebagai wawasan kebangsaan yang secara utuh menjadi jiwa bangsa Indonesia dan mengkristal dalam Pancasila, untuk ke depan membawa bangsa Indonesia semakin kuat dan maju,” ucapnya.

Selanjutnya Kasad membeberkan peran yang dapat diambil oleh mahasiswa untuk membentuk dan memperkuat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa. Peran pertama, menjadi agen-agen perubahan yang berani melakukan perubahan melalui imajinasi, inovasi, visi dan misi, serta cita-cita dan harapan. Kedua, mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Ketiga, mahasiswa sebagai penerus bangsa penjaga keutuhan bangsa yang akan menghadapi tantangan masa depan yang semakin berat. Keempat, sebagai kontrol sosial terhadap kehidupan sosial di masyarakat.

Diakhir kuliahnya, Kasad mengingatkan agar mahasiswa menjaga keintelektualannya dari pengaruh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan diri sendiri serta yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mari kita bangkit, karena bangsa Indonesia dibangun tidak semudah membalikkan telapak tangan tetapi dengan cucuran darah dan air mata. Mari kita semangat untuk bersatu, karena Merah Putih naik bukan karena satu kelompok yang memenangkan tapi semua kelompok yang bersatu menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Hadir dalam kuliah umum itu, Rektor ITB, Wagub Jabar, Danpussenif, Pangdam III/Slw, Wadan Kodiklatad, Aspers dan Aster Kasad, Danpussenarmed, Dansecapa AD, Ketua Dewan Pertimbangan Korps Menwa, Dewan Pengawas Korps Menwa Indonesia, Ketua Umum Korps Menwa Indonesia, Ketua Korps Mahawarman, Danmenwa Mahawarman, Rektor Universitas Kristen Maranatha, Warek 3 Kemahasiswaan IPDN, Dewan Penasehat Korps Menwa Indonesia, Ketua yayasan Korps Mahawarman, Sekretaris ITB, Warek 1, 2 dan 3 ITB dan Para Ketua Korps Menwa se-Jabar.

MC101-Dispenad

daniel

daniel