XIAMEN, Cakra101.com – Pemerintah Indonesia terus memperkuat kemitraan ekonomi strategis dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), terutama dalam mendorong peningkatan investasi, pengembangan kawasan industri, serta integrasi rantai pasok kedua negara.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui China–Indonesia “Two Countries Twin Parks” (TCTP) Investment Promotion Conference yang digelar di Xiamen, RRT, sebagai bagian dari rangkaian 26th China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) 2026 pada Rabu (9/09).
Konferensi dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang diwakili Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, Vice Minister of Commerce and Deputy China International Trade Representative Ling Ji, Vice Governor of Fujian Provincial People’s Government Zhao Zenglian, serta perwakilan Pemerintah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha dari Indonesia dan RRT.
“Kerja sama Two Countries Twin Parks merupakan salah satu platform strategis untuk membawa hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok ke tahap yang lebih konkret. Kerja sama ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan investasi, tetapi juga untuk memperkuat konektivitas industri, rantai pasok, transfer teknologi, serta menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di Indonesia,” ujar Deputi Ali dalam sambutannya mewakili Menko Airlangga.
Program Two Countries Twin Parks merupakan kerja sama pengembangan kawasan industri antara Indonesia dan RRT yang diperkuat melalui Joint Statement Indonesia–RRT pada 9 November 2024 serta Memorandum on Two Countries Twin Parks Cooperation Project pada 25 Mei 2025 antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ministry of Commerce of the People’s Republic of China (MOFCOM), dan Pemerintah Provinsi Fujian.
Dalam sesi promosi investasi, sejumlah kawasan di Indonesia memaparkan potensi dan proyek investasi kepada investor RRT. Kawasan tersebut meliputi KEK Industropolis Batang, KEK Tanjung Lesung, dan Bintan Industrial Estate.
Forum tersebut juga menjadi wadah pertemuan Pemerintah, pengelola kawasan industri, serta pelaku usaha kedua negara melalui kegiatan business matching.
Salah satu hasil konkret kegiatan tersebut adalah penandatanganan sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan RRT dengan indikasi nilai komitmen bisnis sekitar RMB19,4 miliar atau setara kurang lebih Rp51 triliun.
Sebelumnya, dalam rangkaian pengembangan kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP), telah ditandatangani 30 MoU dengan total nilai komitmen sekitar Rp37,1 triliun.
Dengan tambahan komitmen yang dihasilkan dalam kegiatan kali ini, total nilai komitmen kerja sama bisnis dalam kerangka TCTP mencapai kurang lebih Rp88,1 triliun.
Pemerintah Indonesia memandang komitmen tersebut sebagai tahap awal yang perlu terus dikawal hingga memasuki tahap implementasi dan realisasi investasi.
“Yang terpenting setelah penandatanganan adalah memastikan setiap komitmen dapat ditindaklanjuti menjadi proyek yang konkret. Pemerintah akan terus memfasilitasi komunikasi antara investor, pengelola kawasan, dan Kementerian/Lembaga terkait agar hambatan investasi dapat diselesaikan secara cepat dan terkoordinasi,” tutur Deputi Ali.
Partisipasi Indonesia dalam CIFIT 2026 dan TCTP Investment Promotion Conference juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring dengan Pemerintah Daerah, institusi promosi investasi, perguruan tinggi, serta perusahaan potensial di RRT.
Ke depan, Pemerintah Indonesia dan RRT akan terus mendorong TCTP menjadi platform kerja sama yang semakin berorientasi pada hasil melalui penguatan promosi bersama, percepatan fasilitasi investasi, pengembangan kerja sama antarkawasan industri, serta implementasi proyek-proyek yang mendukung transformasi ekonomi dan industri kedua negara.
(MC101 – Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Ringkasan Berita
- Indonesia dan RRT memperkuat kerja sama investasi dan pengembangan kawasan industri melalui Two Countries Twin Parks (TCTP).
- Sejumlah kawasan Indonesia, termasuk KEK Industropolis Batang, KEK Tanjung Lesung, dan Bintan Industrial Estate, mempromosikan potensi investasi kepada investor RRT.
- Penandatanganan sejumlah MoU menghasilkan indikasi komitmen bisnis sekitar RMB19,4 miliar atau kurang lebih Rp51 triliun.
- Dengan tambahan tersebut, total komitmen kerja sama bisnis dalam kerangka TCTP mencapai kurang lebih Rp88,1 triliun.
- Pemerintah Indonesia dan RRT akan mendorong promosi bersama, fasilitasi investasi, kerja sama antarkawasan industri, serta implementasi proyek TCTP.


