Beranda / Kementerian / Kemlu / Indonesia Serukan Peran Strategis BRICS sebagai Kekuatan Global South

Indonesia Serukan Peran Strategis BRICS sebagai Kekuatan Global South

NEW DELHI, Cakra101.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan pentingnya peran BRICS sebagai kekuatan Global South dalam membentuk tatanan global masa depan pada forum BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, India, 14 Mei 2026.

“Nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan,” ujar Menlu Sugiono.

BRICS tahun ini diselenggarakan di bawah keketuaan India dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Tahun 2026 juga menjadi tahun kedua Indonesia sebagai anggota BRICS sekaligus bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya BRICS sejak dibentuk pada 2006.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Sugiono berbicara pada dua sesi, yakni “Closed Session: Global and Regional Issues” serta “Open Session: BRICS@20: Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability”.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa sebagai kekuatan Global South, BRICS harus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, termasuk memimpin penegakan hukum internasional secara adil tanpa standar ganda.

Indonesia juga menekankan bahwa BRICS harus menjadi bagian dari solusi global, bukan polarisasi. Dalam kesempatan itu, Indonesia kembali menyampaikan dukungan penuh terhadap Palestina dan implementasi Solusi Dua Negara.

Secara khusus, Menlu Sugiono turut menyoroti gugurnya empat peacekeepers Indonesia yang bertugas di UNIFIL serta menyerukan adanya akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab.

Indonesia menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian PBB merupakan prinsip yang tidak dapat dikompromikan.

Lebih lanjut, Menlu Sugiono menekankan pentingnya reformasi tata kelola global dalam menghadapi tantangan dunia saat ini, termasuk reformasi sistem perdagangan internasional agar lebih inklusif, terbuka, dan non-diskriminatif dengan WTO sebagai fondasi utama.

Sejalan dengan tema keketuaan India, Indonesia juga menyambut baik penguatan New Development Bank (NDB) dan menegaskan tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung.

Ke depan, Indonesia akan memanfaatkan forum BRICS untuk memperkuat kolaborasi di berbagai sektor strategis seperti ekonomi, perubahan iklim, energi, kesehatan, hingga reformasi tata kelola global.

Keanggotaan Indonesia di BRICS diharapkan mampu memberikan manfaat konkret bagi kepentingan nasional mengingat BRICS mewakili sekitar 28-30 persen total GDP dunia dan merepresentasikan sekitar 45 persen populasi global.

BRICS FMM sendiri merupakan forum utama BRICS di tingkat Menteri Luar Negeri dan menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang dijadwalkan berlangsung pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India.

(MC101 – Ditjen IDP Kemlu)

Tag:

Jelajahi Militer

Hot Topic