Beranda / Trading / Gold Spot / Tradingview.com: XAU/USD Menguat ke US$4.500, The Fed Uji Reli Emas

Tradingview.com: XAU/USD Menguat ke US$4.500, The Fed Uji Reli Emas

JAKARTA, Cakra101.com – Harga emas dunia melonjak lebih dari 3% dan menembus level US$4.500 per ounce setelah aksi pembelian kembali obligasi jangka panjang oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat (US Treasury) menekan imbal hasil (yield) obligasi dan melemahkan dolar AS.

Reli tersebut membawa harga emas ke level tertinggi dalam dua bulan. Pada perdagangan Rabu, harga emas spot XAU/USD sempat menyentuh US$4.525 sebelum bergerak turun mendekati US$4.500 pada Kamis. Sementara itu, kontrak berjangka emas untuk pengiriman Desember sempat mencapai US$4.570.

Dalam sebulan terakhir, harga emas tercatat telah menguat sekitar 10%, dengan kenaikan terbaru dipicu oleh langkah US Treasury yang secara tidak terduga menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang.

Pemerintah AS meningkatkan nilai pembelian kembali obligasi dari US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar dalam setiap operasi. Langkah tersebut mendorong kenaikan harga obligasi dan menekan yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun dari sekitar 5,337% menuju 5,18%.

Penurunan yield menjadi salah satu faktor yang meningkatkan daya tarik emas. Sebab, emas tidak memberikan bunga sehingga kenaikan yield obligasi biasanya menjadi kompetisi yang lebih mahal bagi logam mulia. Ketika yield turun, biaya peluang untuk memegang emas dibandingkan instrumen yang memberikan pendapatan menjadi lebih kecil.

Dolar AS Melemah, Emas Mendapat Dorongan Tambahan

Pelemahan dolar AS turut memberikan tenaga tambahan bagi reli emas. Indeks Dolar AS turun menuju 98,94, mendekati level terendah dalam tiga bulan, sementara pasangan mata uang EUR/USD naik melampaui US$1,17.

Karena emas diperdagangkan menggunakan dolar AS, pelemahan mata uang tersebut membuat harga emas relatif lebih murah bagi pembeli di luar Amerika Serikat dan berpotensi meningkatkan permintaan global.

Langkah pembelian kembali obligasi oleh US Treasury juga kembali memunculkan perhatian terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat setelah utang federal melampaui US$40 triliun.

Pembelian kembali obligasi dapat membantu memperbaiki likuiditas pasar, tetapi tidak serta-merta menghilangkan persoalan defisit fiskal.

Di sisi lain, inflasi energi yang terus bertahan dapat mendukung peran emas sebagai aset lindung nilai terhadap penurunan daya beli. Namun, kondisi tersebut juga berpotensi membuat suku bunga tetap tinggi, yang pada akhirnya dapat menjadi tekanan bagi harga emas.

US$4.500 Jadi Level Penentu

Secara teknikal, level US$4.500 kini menjadi area penting bagi pergerakan harga emas. Level tersebut berdekatan dengan rata-rata pergerakan harga selama 200 hari (200-day moving average) yang berada di sekitar US$4.510.

Indikator tersebut mencerminkan rata-rata harga penutupan emas dalam periode sekitar sepuluh bulan.

Apabila harga mampu bertahan dan ditutup secara konsisten di atas area tersebut, peluang penguatan lanjutan dapat semakin terbuka. Sebaliknya, penolakan berulang di area itu berpotensi mengubah lonjakan harga terbaru menjadi reli yang tidak berkelanjutan.

Momentum kenaikan emas juga langsung mendapat ujian setelah risalah pertemuan The Federal Reserve menunjukkan sejumlah pejabat masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap sulit dikendalikan.

Pasar saat ini masih memperkirakan sekitar 67% peluang tidak adanya perubahan suku bunga pada September, namun harga emas sempat turun kembali di bawah US$4.500 setelah risalah The Fed dirilis.

Meski telah mencatatkan reli kuat, harga emas masih berada sekitar 20% di bawah rekor tertinggi Januari yang mendekati US$5.608. Namun, dibandingkan dengan periode setahun sebelumnya, harga emas masih tercatat lebih tinggi sekitar 35%.

Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada kemampuan emas mempertahankan area US$4.500, arah yield obligasi pemerintah AS, pergerakan dolar, serta kebijakan moneter The Federal Reserve di tengah kekhawatiran terhadap inflasi yang masih bertahan.

Sumber analisa: TradingView.com
Ilustrasi Foto: brgfx/magnific.com

(MC101 – Redaksi)

Ini adalah kali pertama kami mengulas isu finansial global. Untuk memastikan para pembaca mendapatkan data dan analisa yang akurat, kami menyarankan untuk mengecek ulang data pendukung di Tradingview.com atau ForexFactory.com.

Ringkasan Berita:

  • Harga emas spot XAU/USD melonjak lebih dari 3% dan sempat menyentuh US$4.525.
  • Reli dipicu langkah US Treasury menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang menjadi minimal US$4 miliar per operasi.
  • Penurunan yield obligasi tenor 30 tahun dan pelemahan dolar AS meningkatkan daya tarik emas.
  • Area US$4.500–US$4.510 menjadi level teknikal penting yang akan menentukan kelanjutan reli.
  • Risalah The Fed yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga menjadi salah satu faktor yang menguji penguatan emas.
Tag:

Cakra101.com

Media Cakra101.com adalah portal media yang dikelola oleh PT. Cakra Persada Nusantara 101 (CPN101)

Kontak Kami

No HP: 0812-8272-5007 (Pemred)
No HP: 0822-1112-7101 

E-Mail: mediacakra101official@gmail.com

Ikuti Kami

Ikuti update dan berita terbaru kami di Media Sosial!