BANDUNG, Cakra101.com – Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama perwakilan media mengakhiri rangkaian kunjungan hari pertama kegiatan Eksplorasi Industri Pertahanan DEFEND ID dengan mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026). Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat pesawat N219 yang dikembangkan untuk mendukung konektivitas wilayah Indonesia.
Setibanya di Hanggar Final Assembly Line (jalur perakitan akhir) N219, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Karo Infohan Setjen Kemhan), Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, bersama perwakilan media disambut jajaran PT Dirgantara Indonesia (Persero).
Jajaran tersebut terdiri atas Direktur Utama, Sekretaris Perusahaan, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Pemasaran, Kepala Divisi Pusat Inovasi dan Teknologi Kedirgantaraan, serta Kepala Divisi Perakitan dan Integrasi Pesawat Terbang.
Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) menyampaikan sambutan pembuka sekaligus memperkenalkan tujuan kunjungan tersebut.
“Selamat datang kepada Bapak Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait beserta jajaran dan rekan-rekan media. Melalui kunjungan ini, kami ingin memperkenalkan secara langsung pesawat N219 yang dikembangkan PTDI,” kata Dirut PT Dirgantara Indonesia (Persero) di awal sambutan.
Selanjutnya, Marsda TNI (Purn.) Gita Amperiawan, Ph.D., menjelaskan bahwa Hanggar Final Assembly Line N219 yang menjadi lokasi pertemuan tersebut diresmikan pada 26 Agustus 2026. Peresmian itu berlangsung bersamaan dengan Simposium Nasional dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PT Dirgantara Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, PT Dirgantara Indonesia juga menyerahkan secara simbolis First Part Cutting (pemotongan bagian pertama) N219 komersial kepada PT Mitra Aviasi Perkasa. Penyerahan tersebut menandai dimulainya produksi komponen untuk program N219 komersial.
Dengan hadirnya fasilitas tersebut, kapasitas produksi N219 ditargetkan meningkat secara bertahap, dari 2 unit per tahun hingga 12 unit per tahun, bergantung pada pesanan dan varian yang diproduksi.
N219 merupakan pesawat turboprop bermesin ganda dengan kapasitas hingga 19 penumpang. Pesawat ini dirancang untuk mendukung penerbangan perintis, terutama menuju wilayah terpencil dan kepulauan yang memiliki keterbatasan infrastruktur penerbangan.
Pengembangan N219 tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan konektivitas udara dan penguatan ekosistem industri dalam negeri.
Keterlibatan industri pertahanan nasional dan perguruan tinggi dalam pengembangan pesawat ini turut membuka peluang pertumbuhan rantai pasok domestik sekaligus meningkatkan peran industri nasional dalam produksi pesawat.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat Defence for Economy (pertahanan untuk ekonomi), yakni mendorong pengembangan industri pertahanan agar memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian nasional.
Dalam sambutannya, Karo Infohan Setjen Kemhan juga berharap para perwakilan media dapat melihat industri pertahanan melalui perspektif jurnalistik. Dengan demikian, informasi mengenai industri pertahanan nasional dapat disampaikan kepada masyarakat menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami.
Menurutnya, pemberitaan tidak hanya perlu berfokus pada aspek kebijakan, tetapi juga dapat mengangkat manfaat dan kontribusi industri pertahanan yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat luas.
“Saya juga berharap rekan-rekan media dan wartawan yang hadir dalam kegiatan ini dapat melihat secara langsung bahwa pesawat N219 merupakan salah satu produk unggulan nasional yang memiliki potensi besar untuk mendukung konektivitas wilayah Indonesia,” ujar Brigjen TNI Rico.
Brigjen TNI Rico juga berharap pesawat N219 dapat menjadi sarana transportasi yang menjangkau berbagai daerah, khususnya wilayah yang terpisah oleh laut, pegunungan, serta memiliki keterbatasan akses transportasi darat.
Menurutnya, peningkatan konektivitas antardaerah akan semakin membuka peluang bagi pengembangan potensi wilayah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Usai sambutan, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Pemasaran PT Dirgantara Indonesia, Heber Panjaitan, menyampaikan profil perusahaan (company profile) PT Dirgantara Indonesia (Persero). Kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan N219 Prototipe 2, hasil karya anak bangsa yang memiliki kemampuan beroperasi di daerah 3 TP (Tertinggal, Terluar, Terdepan, dan Perbatasan).
Turut mendampingi Karo Infohan Setjen Kemhan dalam rangkaian kunjungan Eksplorasi Industri Pertahanan DEFEND ID ke PT Len Industri (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero), yakni Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Kemitraan (Kabag Hubmitra) Biro Infohan Setjen Kemhan serta Kepala Bagian Pemberitaan Biro Infohan Setjen Kemhan.
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan
Diterbitkan pada: 21 Oktober 2026
(MC101 – Biro Infohan Setjen Kemhan)
Ringkasan Berita
- Kemhan bersama perwakilan media mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Bandung, Jawa Barat, dalam rangkaian hari pertama Eksplorasi Industri Pertahanan DEFEND ID.
- N219 merupakan pesawat turboprop bermesin ganda berkapasitas hingga 19 penumpang yang dirancang mendukung penerbangan perintis ke wilayah terpencil dan kepulauan.
- Kapasitas produksi N219 ditargetkan meningkat bertahap dari 2 unit hingga 12 unit per tahun, bergantung pada pesanan dan varian yang diproduksi.
- Pengembangan N219 berpotensi memperkuat konektivitas udara, rantai pasok domestik, serta ekosistem industri dalam negeri.
- Karo Infohan Setjen Kemhan berharap media dapat menyampaikan informasi industri pertahanan dengan bahasa yang mudah dipahami dan menyoroti manfaatnya bagi masyarakat.



