MERAK, Cakra101.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten melaksanakan inspeksi terhadap fasilitas dan kapal penyeberangan di Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Merak, Banten, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan pelayaran sekaligus upaya mengantisipasi potensi kecelakaan laut.
Inspeksi tersebut dilaksanakan sebagai langkah pengawasan dan pemantauan bersama menyusul insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi di Perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dan kapal-kapal penyeberangan dalam menghadapi peningkatan aktivitas angkutan laut menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam pelaksanaannya, Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani bersama sejumlah pemangku kepentingan meninjau kapal penyeberangan yang sedang bersandar di Pelabuhan Merak.
Unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut meliputi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, manajemen PT ASDP Indonesia Ferry, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP), INFA & Port, Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Banten, serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Sinergi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengawasan terhadap kesiapan operasional kapal dan pemenuhan standar keselamatan pelayaran.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam inspeksi, terutama ketersediaan dan kondisi peralatan keselamatan kapal. Peralatan yang diperiksa meliputi life jacket (rompi pelampung/swim vest), sekoci, liferaft (rakit penolong), serta Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB), yaitu perangkat pemancar sinyal darurat.
Petugas juga meninjau kesiapan CO2 Central atau sistem pemadam kebakaran berbasis karbon dioksida yang berada di ruang mesin kapal.
Selain pemeriksaan peralatan, dilakukan pula peninjauan terhadap jurnal atau catatan pemeriksaan dan pemeliharaan kapal. Langkah ini bertujuan melihat pelaksanaan pengecekan rutin sekaligus memastikan kesiapan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana koordinasi dan evaluasi bersama mengenai pentingnya penerapan prosedur keselamatan selama operasional kapal penyeberangan.
Komandan Lanal Banten menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen serta sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Kehadiran TNI AL dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pengawasan dan pemantauan keamanan maritim di wilayah Perairan Selat Sunda,” ujarnya.
Melalui inspeksi tersebut, seluruh operator kapal diharapkan semakin meningkatkan kedisiplinan, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi berbagai potensi keadaan darurat.
Dengan demikian, aktivitas penyeberangan di Selat Sunda diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru.
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut
Diterbitkan pada: 1 November 2026
(MC101 – Dispenal)
Ringkasan Berita
- TNI AL melalui Lanal Banten menginspeksi fasilitas dan kapal penyeberangan di Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry Merak, Banten, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
- Pemeriksaan dilakukan menyusul insiden kebakaran KMP Batu Mandi di Perairan Selat Sunda sekaligus menghadapi angkutan laut menjelang Natal dan Tahun Baru.
- Inspeksi melibatkan KSOP Kelas I Banten, ASDP, GAPASDAP, INFA & Port, Polairud Polda Banten, dan BKI.
- Pemeriksaan mencakup life jacket, sekoci, liferaft, EPIRB, sistem pemadam CO2 Central, serta catatan pemeliharaan kapal.
- Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Wawan Subagyo Mardani menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga keselamatan pelayaran di Selat Sunda.