Beranda / Provinsional / Prov. Jabar / Jabar Optimistis Produksi Padi 2026 Lampaui 10,2 Juta Ton Meski Kemarau Diprediksi Lebih Kering

Jabar Optimistis Produksi Padi 2026 Lampaui 10,2 Juta Ton Meski Kemarau Diprediksi Lebih Kering

BANDUNG, Cakra101.com – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat optimistis produksi padi tahun 2026 akan melampaui capaian tahun sebelumnya meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih lama dan lebih kering.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat Dadan Hidayat mengatakan, produksi padi sawah dan ladang pada 2026 diproyeksikan melebihi realisasi tahun 2025 yang mencapai 10,226 juta ton gabah kering giling.

Berbagai strategi telah disiapkan untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satunya melalui penggunaan benih padi yang toleran terhadap kekeringan, seperti Inpago 4, Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11 Agritan, Inpago 12 Agritan, Inpago 13 Fortiz, Inpari 32, Inpari 38 Tadah Hujan Agritan, Inpari 39 Tadah Hujan Agritan, Inpari 40 Agritan, Inpari 41 Tadah Hujan Agritan, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, Inpari 46 GSR Tadah Hujan, Cisaat, Situbagendit, Situpatenggang, Cakrabuana, dan varietas lokal sejenisnya.

“Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura pun menyiapkan bantuan benih bersertifikat untuk komoditas padi dan jagung, salah satu peruntukkannya bagi petani yang terdampak bencana kekeringan maupun percepatan tanam pada lokasi yang masih tersedia sumber airnya. Rincian bantuannya, benih padi ibrida untuk 21.825 hektar dan benih jagung hibrida untuk 1.000 hektar,” ujar Dadan, Senin (22/6/2026).

Selain penggunaan benih yang tahan terhadap kondisi kering, petani juga diimbau untuk mengoptimalkan pemanfaatan sarana pengairan yang telah tersedia, termasuk pompa air guna menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.

Sementara itu, Pemda Provinsi Jawa Barat juga telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan kekeringan. Upaya tersebut antara lain melalui pembuatan pipa untuk menyalurkan air dari sumber air terdekat menuju area persawahan. Selain itu, pembuatan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier akan dilakukan guna mengurangi risiko kekurangan air pada musim kemarau.

“Kami imbau petani untuk menggunakan air secara efisien,” kata Dadan.

Selain penguatan sistem irigasi, berbagai sarana dan prasarana pertanian pendukung juga akan disiapkan, seperti pembangunan embung, sumur dangkal, dan sumur dalam. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga akan menyediakan sarana pompanisasi dan irigasi perpompaan untuk mendukung keberlanjutan produksi pertanian di tengah tantangan musim kemarau.

Dengan berbagai langkah mitigasi yang telah disiapkan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat optimistis target produksi padi tahun 2026 dapat tercapai bahkan melampaui capaian tahun sebelumnya.

(MC101 – Portal Jabar)

Ringkasan Berita:

  • Pemda Provinsi Jawa Barat optimistis produksi padi tahun 2026 melebihi realisasi tahun 2025 sebesar 10,226 juta ton gabah kering giling.
  • BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih lama dan lebih kering.
  • Petani diimbau menggunakan varietas benih padi toleran kekeringan untuk menjaga produktivitas lahan.
  • Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menyiapkan bantuan benih padi untuk 21.825 hektar dan benih jagung untuk 1.000 hektar.
  • Pemda Jawa Barat menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti jaringan irigasi, pompanisasi, embung, sumur dangkal, dan sumur dalam guna mengantisipasi dampak kekeringan.
Tag:

Jelajahi Militer

Hot Topic