JAKARTA, Cakra101.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan penguatan kompetensi lulusan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Peningkatan kualitas pendidikan, termasuk melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), dinilai penting untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Penguatan kompetensi lulusan menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mengurangi kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Pernyataan tersebut disampaikan Menaker Yassierli saat menghadiri pembukaan Rapat Tahunan Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurut Menaker, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan pendidikan STEM sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memenuhi kebutuhan industri.
“Masih terdapat mismatch antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja, termasuk skill gap antara kemampuan yang dimiliki pencari kerja dan kebutuhan industri. Karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perlu terus diperkuat agar kesenjangan tersebut dapat diatasi,” ujar Menaker.
Menaker mengapresiasi komitmen para dekan yang terus membangun koordinasi dan sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah positif untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Ini merupakan langkah yang sangat positif dan patut didukung. Kolaborasi perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang berkualitas akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Menaker menilai lulusan MIPA memiliki peluang besar di berbagai sektor karena penguasaan ilmu sains menjadi fondasi penting dalam pengembangan STEM. Oleh sebab itu, kurikulum pendidikan perlu terus dievaluasi agar mampu membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis, kemampuan memecahkan masalah, serta kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
“Kompetensi dasar yang kuat merupakan modal penting bagi tenaga kerja Indonesia untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja sekaligus meningkatkan daya saing bangsa,” ujarnya.
Melalui penguatan pendidikan dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah berharap kualitas lulusan Indonesia semakin meningkat sehingga mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memperkuat daya saing nasional.
(MC101 – Biro Humas Kemnaker)
Ringkasan Berita:
- Menaker Yassierli menegaskan pentingnya penguatan kompetensi lulusan perguruan tinggi untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja.
- Pendidikan STEM dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun SDM yang siap menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
- Pemerintah menyoroti masih adanya mismatch dan skill gap antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
- Kolaborasi perguruan tinggi dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas lulusan dan tenaga kerja Indonesia.
- Evaluasi kurikulum terus didorong agar lulusan memiliki kemampuan analitis, pemecahan masalah, dan daya saing yang lebih kuat.