JAKARTA, Cakra101.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menghadiri malam apresiasi Katadata Lifetime Achievement Award 2026 yang mengangkat tema “Tiga Tokoh, Satu Indonesia” di Sudirman Hall, Sequis Tower, Jakarta Selatan, pada Senin (26 Oktober 2026) malam.
Penghargaan tersebut diberikan kepada tiga tokoh bangsa dengan latar belakang dan jalan pengabdian berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan Indonesia. Acara ini diselenggarakan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Dalam ajang tersebut, Katadata memberikan penghargaan kepada B.J. Habibie, yang diterima oleh Ilham Akbar Habibie; Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang diberikan kepada Ibu Sinta Nuriyah Wahid dan Yenny Wahid; serta William Soeryadjaya, yang diberikan kepada Edwin Soeryadjaya.
Katadata menilai Presiden ketiga Republik Indonesia, B.J. Habibie, yang juga dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia, memiliki jasa besar dalam bidang dirgantara serta transisi demokrasi. Sementara itu, Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dikenang sebagai tokoh pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan.
Adapun William Soeryadjaya merupakan pendiri Astra International yang dikenal sebagai pengusaha dengan integritas tinggi serta memiliki kepedulian terhadap pengembangan ekonomi bangsa.
Kehadiran Menpora Erick dalam acara tersebut menjadi momentum untuk kembali mengangkat pentingnya keteladanan para tokoh bangsa sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
Menpora Erick menilai perjalanan ketiga tokoh itu menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak dibatasi oleh profesi, bidang keahlian, maupun latar belakang seseorang.
“Pak Habibie membuktikan bahwa anak bangsa mampu menguasai teknologi dan bersaing dengan dunia. Gus Dur mengajarkan bahwa kebesaran bangsa juga ditentukan oleh kemampuannya menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Sementara Pak William menunjukkan bagaimana dunia usaha dapat menjadi kekuatan untuk membangun ekonomi nasional,” ujar Menpora Erick.
Menurut Menpora Erick, nilai-nilai yang diwariskan ketiga tokoh tersebut masih relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia saat ini. Tantangan itu mencakup perubahan teknologi, persaingan global, serta kebutuhan memperkuat persatuan bangsa.
Sementara itu, Kepala Eksekutif (Chief Executive Officer atau CEO) Katadata, Metta Dharmasaputra, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara tersebut digelar untuk merawat semangat persatuan yang telah diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
“Anugerah Lifetime Achievement Award pada malam hari ini diberikan kepada tiga tokoh bangsa yang berasal dari latar belakang berbeda, namun telah merawat spirit kebersamaan di jalannya masing-masing untuk membangun Indonesia yang satu: tiga tokoh, satu Indonesia,” kata Metta Dharmasaputra.
Metta Dharmasaputra juga berharap para tamu undangan yang hadir dapat mengikuti jejak para tokoh bangsa tersebut.
“Semoga kita semua dapat mengikuti jejak langkah mereka untuk terus merawat spirit persatuan dan kebersamaan di negeri ini sebagai memori kolektif bangsa,” pungkasnya.
(amr)
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Pemuda dan Olahraga
Diterbitkan pada: 28 Oktober 2026
(MC101 – BHU Kemenpora)
Ringkasan Berita
- Menpora RI Erick Thohir menghadiri Katadata Lifetime Achievement Award 2026 bertema “Tiga Tokoh, Satu Indonesia” di Jakarta Selatan, pada Senin (26 Oktober 2026) malam.
- Penghargaan diberikan kepada B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan William Soeryadjaya.
- Penghargaan untuk B.J. Habibie diterima Ilham Akbar Habibie, penghargaan untuk Gus Dur diberikan kepada Sinta Nuriyah Wahid dan Yenny Wahid, sedangkan penghargaan William Soeryadjaya diberikan kepada Edwin Soeryadjaya.
- Menpora Erick menilai keteladanan ketiga tokoh tersebut relevan bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan teknologi, persaingan global, dan tantangan persatuan bangsa.
- CEO Katadata Metta Dharmasaputra menyampaikan bahwa acara tersebut bertujuan merawat semangat persatuan yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.