SINGAPURA, Cakra101.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Republic of Singapore Navy (RSN), atau Angkatan Laut Republik Singapura, memperkuat kerja sama bilateral melalui pertemuan Navy to Navy Talk (NTNT), yakni dialog antarangatan laut, yang diselenggarakan pada 24 Oktober 2026 di Republic of Singapore Ministry of Defence (Kementerian Pertahanan Republik Singapura).
Delegasi TNI AL dipimpin Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda (Laksda) TNI Dr. Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., M.Tr.Opsla. Sejumlah pejabat TNI AL turut hadir, yakni Laksamana Pertama (Laksma) TNI Eddy Krisna Murti, Kolonel Mar Novianto Danang, Letnan Kolonel Laut (P) Steven Reginald, Mayor Laut (P) Yudistira Dwi Adinugroho, dan Mayor Laut (P) Andhika Dwi Prasetya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf RSN, Laksamana Muda (RADM) Sean Watt, menemui Asops Kasal dan menyampaikan apresiasi serta terima kasih atas kehadiran delegasi TNI AL dalam pertemuan NTNT di Singapura.
NTNT TNI AL–RSN Hasilkan Sejumlah Kesepakatan
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan yang berlandaskan prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan bagi kedua pihak. Kesepakatan itu mencakup bidang operasi dan latihan untuk meningkatkan interoperability (kemampuan bekerja sama secara terpadu), mutual trust (saling percaya), dan professionalism (profesionalisme).
Kerja sama juga mencakup bidang pendidikan dan pelatihan melalui pertukaran program pendidikan serta kursus. Selain itu, kedua Angkatan Laut sepakat memperkuat bentuk kerja sama lainnya, termasuk interaksi pimpinan, pertemuan, dan konferensi yang melibatkan kedua pihak.
Dalam forum tersebut, Asops Kasal turut menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan kerja sama operasi antara TNI AL dan RSN. Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan harus memberikan kontribusi dan manfaat nyata bagi kedua pihak.
Dengan demikian, hasil kerja sama tidak hanya berhenti pada kesepakatan dalam forum pertemuan atau perundingan, tetapi juga harus diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan secara konkret.
Pertukaran Informasi dan Patroli Terkoordinasi Jadi Perhatian
Lebih lanjut, Asops Kasal menekankan pentingnya kerja sama dalam pertukaran informasi dan intelijen, patroli terkoordinasi (coordinated patrol), serta berbagai bentuk kerja sama operasional lainnya untuk meningkatkan keamanan maritim.
Menurutnya, aktivitas penyelundupan yang merugikan Indonesia, seperti penyelundupan benih bening lobster, pasir timah, dan berbagai komoditas lainnya di wilayah perbatasan kedua negara, termasuk penyelundupan narkotika, seharusnya dapat ditekan apabila kedua pihak secara konsisten menjalankan komitmen kerja sama yang telah disepakati.
Pelaksanaan kerja sama tersebut, lanjutnya, tetap harus berlandaskan prinsip saling menghormati.
Menanggapi evaluasi itu, Ketua Delegasi RSN menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait di Singapura. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan tindak lanjut yang lebih efektif terhadap hasil evaluasi dan kesepakatan bersama pada masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan apresiasi atas berbagai kesepakatan yang berhasil dicapai oleh kedua Angkatan Laut dalam pelaksanaan NTNT TNI AL–RSN.
Penguatan kerja sama ini diarahkan untuk memastikan kesepakatan bilateral dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata, terutama dalam peningkatan kemampuan operasi, pertukaran informasi, dan keamanan maritim kedua negara.
@ Media Cakra101 (MC101)
Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut
Diterbitkan pada: 28 Oktober 2026
(MC101 – Dispenal)
Ringkasan Berita
- TNI AL dan Angkatan Laut Republik Singapura menggelar pertemuan NTNT di Singapura pada 24 Oktober 2026 untuk memperkuat kerja sama bilateral.
- Kesepakatan mencakup bidang operasi dan latihan, pendidikan dan pelatihan, pertukaran program kursus, serta interaksi pimpinan.
- Asops Kasal menekankan pentingnya pertukaran informasi dan intelijen serta patroli terkoordinasi untuk meningkatkan keamanan maritim.
- Penyelundupan benih bening lobster, pasir timah, komoditas lainnya, dan narkotika di wilayah perbatasan menjadi perhatian dalam evaluasi kerja sama.
- Ketua Delegasi RSN berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait di Singapura untuk menindaklanjuti evaluasi dan kesepakatan bersama.