JAKARTA, Cakra101.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) agar semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi penderita tuberkulosis (TBC), Kamis (5/2/2026).
“Tahun lalu, BSPS dialokasikan sebanyak 45 ribu unit. Tahun ini, alokasinya meningkat signifikan menjadi 400 ribu unit. Pelaksanaannya harus tepat sasaran, transparan, dan dijalankan secara bersih,” ujar Menteri Ara dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus di Jakarta.
Menteri Ara menyampaikan bahwa Kementerian PKP terbuka terhadap sinergi lintas sektor untuk memastikan program perumahan dapat mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menyampaikan aspirasi terkait pemanfaatan BSPS bagi penderita TBC. Ia menekankan bahwa penanganan TBC tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga perlu didukung oleh kondisi hunian dan lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak.
“Penanganan TBC harus dilakukan secara komprehensif. Selain pengobatan, kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal pasien juga sangat menentukan keberhasilan penyembuhan,” ujar Benyamin.
Ia menambahkan bahwa pada tahun ini Kementerian Kesehatan telah melakukan pendataan terhadap sekitar 1.000 rumah penderita TBC yang memenuhi kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) DTSEN 1-4, sesuai dengan ketentuan Kementerian PKP, untuk dapat diusulkan menerima bantuan BSPS.
Melalui pertemuan tersebut, Kementerian PKP dan Kementerian Kesehatan menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penyaluran BSPS bagi penderita TBC, sehingga bantuan perumahan dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan TBC di Indonesia.
MC101 – Biro Komunikasi Publik PKP















