Beranda / Pertahanan/Keamanan / TNI / TNI AU / Penguatan Unsur Korpasgat di Korowai Batu untuk Restorasi Jembatan Udara Papua

Penguatan Unsur Korpasgat di Korowai Batu untuk Restorasi Jembatan Udara Papua

TIMIKA, Cakra101.com – Panglima Komando Daerah Udara (Pangkodau) III Marsda TNI Dr. Azhar Aditama D., S.Sos., M.M., M.Han., mendampingi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi meninjau Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Senin (16/2/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah penguatan unsur Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) guna memulihkan konektivitas udara atau jembatan udara di wilayah Papua.

Turut serta dalam rombongan Asops Kogabwilhan III Brigjen TNI Patar Mospa Natanael Sitorus dan Asops Kodau III Kolonel Pnb Sri Raharjo. Rombongan bergerak dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, menuju Korowai Batu menggunakan pesawat TNI AU CN-235 Skadron Udara 27 dengan captain pilot Komandan Skadron Udara 27 Letkol Pnb Aldi.

Peninjauan dilakukan menyusul peristiwa penembakan dua pilot maskapai Smart Air di Bandara Korowai Batu beberapa hari sebelumnya, serta belum pulihnya situasi keamanan akibat gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dalam pelaksanaan penerbangan menuju lokasi, pesawat sempat melakukan manuver sebelum akhirnya berhasil mendarat dengan aman.

Pangkodau III menyampaikan bahwa sebagai langkah pengamanan telah dilakukan penebalan pasukan Korpasgat. Di lokasi juga telah tergelar personel Pasukan Rajawali serta unsur Brimob Satgas Damai Cartenz. Penguatan tersebut bertujuan menjamin keamanan kawasan bandara sekaligus memulihkan operasional penerbangan di wilayah tersebut.

Bandara Korowai Batu memiliki fungsi strategis sebagai penghubung wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Dampak insiden keamanan sebelumnya menyebabkan personel Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) dan pemandu lalu lintas udara mengungsi bersama masyarakat sekitar. Dalam peninjauan tersebut, Panglima juga memeriksa kondisi pesawat Smart Air yang menjadi sasaran penembakan dan menemukan lebih dari 20 bekas tembakan di sejumlah bagian badan pesawat, meskipun tidak sempat dibakar oleh kelompok KKB.

Selain menjamin keamanan perimeter dan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP), personel Korpasgat juga melaksanakan fungsi kebandarudaraan sebagai pengganti sementara unsur UPBU dan AirNav. Langkah ini merupakan bagian dari peran TNI sebagai pemulih, di mana secara bertahap kewenangan akan dikembalikan kepada otoritas sipil setelah situasi keamanan dinyatakan kondusif.

Penguatan di Korowai Batu ini juga merupakan tindak lanjut instruksi langsung Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., untuk segera melaksanakan penebalan kekuatan pasukan serta menjamin keterhubungan lalu lintas udara sebagai urat nadi distribusi bahan makanan dan logistik di wilayah Papua.

Diharapkan, langkah ini dapat mempercepat pemulihan jembatan udara serta menjamin keberlanjutan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di kawasan pedalaman Papua.

MC101 – Dispenau

Tag: