Beranda / Sosial & Budaya / Dari Huntara Aceh Tamiang, Kisah Ibu Nurita Sampaikan Harapan Hunian Tetap kepada Presiden

Dari Huntara Aceh Tamiang, Kisah Ibu Nurita Sampaikan Harapan Hunian Tetap kepada Presiden

Dari Huntara Aceh Tamiang, Kisah Ibu Nurita Sampaikan Harapan Hunian Tetap kepada Presiden

ACEH TAMIANG, Cakra101.com — Usai menunaikan salat Id di Masjid Darussalam, Presiden Prabowo Subianto meninjau kawasan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/03/2026). Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyempatkan diri berbincang dengan warga, salah satunya Ibu Nurita yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir beberapa bulan lalu.

Dengan suara bergetar, Ibu Nurita menceritakan perubahan besar dalam hidupnya sejak bencana terjadi, di mana ia bersama lima anaknya kehilangan rumah yang selama ini disewa.

Sebagai orang tua tunggal, ia harus menghadapi situasi sulit ketika banjir datang secara tiba-tiba. Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang apa pun karena derasnya arus air.

Setelah sempat mengungsi di jembatan dan tenda darurat, kini Ibu Nurita tinggal di huntara. Meski sederhana, ia bersyukur karena kondisi hidupnya kini lebih baik dibanding saat berada di pengungsian darurat.

Kunjungan Presiden menjadi momen yang sangat berarti baginya. Ia mengaku terharu karena untuk pertama kalinya dapat bertemu langsung dan berjabat tangan dengan Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Nurita menyampaikan harapan yang mewakili banyak warga lainnya, yakni keinginan untuk mendapatkan hunian tetap (huntap). Harapan ini menjadi simbol kebutuhan akan kepastian hidup setelah melewati masa sulit akibat bencana.

Bagi Ibu Nurita, hunian tetap bukan sekadar tempat tinggal, melainkan jaminan untuk membangun kembali kehidupan yang lebih aman dan layak bersama keluarga.

Di tengah keterbatasan, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden dan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan. Ia berharap kebaikan para donatur dibalas dengan kesehatan dan keberkahan.

Kisah Ibu Nurita menjadi potret ketangguhan warga Aceh Tamiang, sekaligus pengingat bahwa di balik setiap bantuan dan kebijakan, terdapat harapan sederhana masyarakat untuk hidup yang lebih baik dan masa depan yang lebih pasti.

(MC101 – BPMI Setpres)

Tag: