SYDNEY, Cakra101.com — TNI Angkatan Laut terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat diplomasi maritim Indonesia di kawasan Indo-Pasifik melalui partisipasi pada rangkaian kegiatan International Fleet Review (IFR) dan Kakadu Exercise yang digelar di Sydney, dalam rangka peringatan HUT ke-125 Royal Australian Navy (RAN), pekan ini.
Dalam kegiatan tersebut, KASAL Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang diwakili oleh Pati Sahli Kasal Tingkat III Bidang Diplomasi, Hukum, Intelijen, dan Hubungan Internasional Laksda TNI Dr. Antonius Widyoutomo selaku Head of Delegation (HoD), hadir bersama Panglima Komando Armada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya serta Atase Pertahanan RI untuk Australia Laksma TNI Novera Budi dalam pelaksanaan IFR di Sydney Harbour.
IFR tahun ini diikuti lebih dari 34 kapal perang dari 20 negara, di antaranya Indonesia, Australia, Amerika Serikat, India, Singapura, Malaysia, Jepang, dan Kanada. KRI REM-331 turut ambil bagian sebagai representasi Indonesia, menegaskan komitmen TNI AL dalam memperkuat kerja sama maritim serta meningkatkan kepercayaan antar angkatan laut di kawasan.
Selain itu, delegasi TNI AL juga mengikuti berbagai agenda penting seperti Head of Delegation Official Lunch, Bilateral Meeting dengan negara sahabat, serta Fleet Commander Conference yang membahas isu strategis dan penguatan kolaborasi maritim.
Sebagai bagian dari diplomasi angkatan laut, delegasi menghadiri International Deck Reception yang diselenggarakan di atas kapal induk amfibi Australia HMAS Canberra (L02). Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antarpersonel serta memperluas jejaring kerja sama internasional.
Rangkaian kegiatan juga mencakup Fleet Tour, yang memberikan kesempatan bagi para delegasi untuk meninjau fasilitas pangkalan Royal Australian Navy serta kapal perang dari negara peserta. Hal ini menjadi momentum penting untuk menambah wawasan terkait perkembangan teknologi dan kapabilitas alutsista modern.
Melalui partisipasi aktif ini, TNI AL kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung stabilitas kawasan, memperkuat hubungan bilateral dan multilateral, serta berkontribusi terhadap keamanan maritim di Indo-Pasifik.
(MC101 – Dispenal)





















