JAKARTA, Cakra101.com — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga meskipun menghadapi tekanan global akibat tensi geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia. Hal tersebut disampaikan di Jakarta pada Selasa (07/04/2026).
Wamenkeu menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi sebagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat serta menahan laju inflasi.
“Resepnya adalah pertama, kita harus jaga daya beli masyarakat. Jadi BBM tidak kita naikkan. Yang kedua, dari sisi eksternal sebenarnya ada natural hedge,” ujar Wamenkeu.
Hingga kuartal I 2026, kinerja ekonomi Indonesia dinilai tetap solid, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 hingga 6 persen. Hal ini didukung oleh konsumsi domestik yang stabil, serta penguatan ekspor komoditas seperti batu bara dan CPO, serta meningkatnya investasi.
Di sisi fiskal, kinerja penerimaan pajak dan belanja negara menunjukkan tren positif, dengan defisit APBN tetap terjaga di bawah batas aman 3 persen.
“Karena belanja subsidi meningkat, kami kelola agar belanja lain lebih efisien namun tetap efektif dalam mendukung program prioritas. Ada ruang efisiensi yang terus kami optimalkan sehingga defisit tetap terkendali,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wamenkeu menegaskan bahwa seluruh kebijakan fiskal yang diambil telah melalui perhitungan yang matang, serta didukung oleh koordinasi yang kuat dan komunikasi yang transparan dalam menghadapi dinamika global.
“Apa yang kami sampaikan ini merupakan hasil perhitungan detail. Oleh karena itu, komunikasi harus terus dilakukan secara konsisten dalam menghadapi ketidakpastian global,” pungkasnya.
(MC101 – Kemenkeu)





















