JAKARTA, Cakra101.com — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa peran Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sangat strategis dalam mendorong pengembangan sektor ekonomi syariah di Indonesia. Hal tersebut disampaikan di Jakarta pada Senin (06/04/2026).
Wamenkeu menekankan bahwa ke depan, KNEKS diharapkan tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menjadi lembaga yang lincah (agile) dan efektif dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah.
“Peran KNEKS ini sangat strategis dalam pengembangan ekonomi keuangan syariah. Oleh sebab itu, organisasi ini harus efektif namun juga agile, sehingga mampu bergerak cepat dan tidak sekadar formalitas,” ujar Wamenkeu.
Lebih lanjut, Wamenkeu mendorong KNEKS untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam ekosistem ekonomi syariah. Ekosistem tersebut mencakup pelaku usaha sektor riil seperti UMKM syariah, hingga industri besar berbasis halal yang dikelola korporasi.
Sinergi antara UMKM dan industri besar dinilai penting untuk menciptakan rantai nilai yang kuat dan berkelanjutan.
Di sektor keuangan, Wamenkeu menyoroti bahwa perbankan syariah yang berkembang sejak 1992 sempat mengalami pertumbuhan pesat, namun belakangan menunjukkan perlambatan. Oleh karena itu, diperlukan dorongan baru, tidak hanya pada perbankan tetapi juga pada lembaga keuangan syariah non-bank, termasuk fintech syariah yang kini berkembang pesat.
Selain itu, Wamenkeu menegaskan bahwa digitalisasi menjadi faktor kunci dalam pengembangan ekonomi syariah. Transformasi digital mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas seperti infak, sedekah, dan wakaf secara online.
Digitalisasi juga diharapkan mampu mendukung halal traceability, yaitu sistem pelacakan kehalalan produk hingga ke pasar ekspor, meskipun implementasinya masih memerlukan evaluasi dan percepatan.
“KNEKS sebagai lembaga koordinasi harus mampu mengintegrasikan semua elemen. Mari kita secara konsisten dan bersungguh-sungguh mendorong industri ekonomi keuangan syariah di Indonesia,” pungkas Wamenkeu.
(MC101 – Biro KLI Kemenkeu)





















