SYDNEY, Cakra101.com — TNI Angkatan Udara secara resmi mengirimkan tim balap drone terbaiknya untuk berlaga dalam ajang bergengsi Military International Drone Racing Tournament 2026 (MIDRT26) yang diselenggarakan di Sydney, Australia. Kompetisi yang berlangsung mulai Rabu (11/03/2026) hingga Sabtu (14/03/2026) ini merupakan kompetisi tingkat dunia yang mempertemukan talenta militer dari sembilan negara sahabat. Kehadiran tim Indonesia di kancah internasional ini menjadi bukti nyata bahwa prajurit Korps Baret Biru senantiasa mengikuti perkembangan teknologi dirgantara terkini guna memperkuat diplomasi pertahanan melalui jalur kompetisi olahraga dirgantara yang inovatif.
Delegasi TNI AU dipimpin langsung oleh Aster Kasau Marsda TNI Palito Sitorus dengan didampingi oleh Kapusterau Marsma TNI Tjahja Elang Migdiawan. Tim diperkuat oleh atlet-atlet pilihan antara lain Mayor Lek Imanuel Silitonga, Kapten Lek Wahid Abdul M., Kapten Tek Cecep Mudakir A., serta Praka Amri Tanjung. Mereka akan bersaing ketat dengan 76 atlet militer mancanegara lainnya seperti dari Amerika Serikat, Inggris, hingga Turki. Keikutsertaan ini bukan sekadar ajang adu kecepatan, namun merupakan upaya strategis untuk meningkatkan profesionalisme prajurit di forum internasional serta membangun jejaring kerja sama militer yang lebih solid.
Partisipasi dalam ajang MIDRT26 ini memiliki makna penting dalam penguasaan teknologi kedirgantaraan modern yang kini menjadi domain krusial dalam sistem pertahanan global. Melalui pengalaman bertanding di lintasan teknis yang menantang, para atlet diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan baru mengenai optimasi sistem nirawak dan sensor jarak jauh. Pemerintah dan komando atas optimis bahwa prajurit TNI AU mampu tunjukkan kemampuan, mengingat persiapan fisik dan teknis yang telah dilakukan secara intensif sebelum bertolak ke Negeri Kanguru demi membawa nama baik bangsa Indonesia.
Selain mengejar prestasi, misi ini juga difokuskan pada penguatan literasi digital militer bagi para pengawak alutsista masa depan. Penggunaan drone dalam berbagai skenario operasi militer menuntut kemahiran navigasi yang luar biasa, yang salah satunya diasah melalui turnamen balap berskala besar seperti ini. Dengan semangat juang yang tinggi, tim TNI AU diproyeksikan dapat memberikan performa terbaik dan membuktikan bahwa penguasaan teknologi kedirgantaraan Indonesia makin maju. Hal ini sejalan dengan visi modernisasi TNI AU yang semakin adaptif terhadap dinamika peperangan modern di era digital saat ini.
(MC101 – Dispenau)

























