JAKARTA, Cakra101.com — Kementerian Pertanian terus mempercepat hilirisasi subsektor perkebunan nasional guna meningkatkan nilai tambah komoditas dan kesejahteraan pekebun di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini dilakukan melalui penyiapan lahan, identifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah. Fokus hilirisasi saat ini diarahkan pada tujuh komoditas unggulan, yakni tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete yang dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat fundamental ekonomi nasional di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci agar komoditas perkebunan tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah. “Pemerintah terus mendorong hilirisasi agar hasil perkebunan dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang memberikan keuntungan lebih bagi pekebun dan perekonomian nasional,” ujar Mentan Amran. Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,5 triliun dengan target pengembangan mencapai 870.000 hektare (ha) kebun rakyat pada periode 2025–2027.
Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan kesiapan ekosistem industri. “Kami turun langsung ke daerah untuk memastikan kesiapan CPCL serta memetakan potensi lahan agar program hilirisasi berjalan optimal,” jelasnya. Melalui integrasi antara budidaya dan industri pengolahan, subsektor perkebunan diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal di desa-desa sentra perkebunan secara berkelanjutan. (17/3/2026)
(MC101 – Humas Kementan)




















