Beranda / Nasional / Mentan Amran: Sebanyak 90 Persen Perusahaan Sawit Sudah Naikkan Harga TBS Petani

Mentan Amran: Sebanyak 90 Persen Perusahaan Sawit Sudah Naikkan Harga TBS Petani

JAKARTA, Cakra101.com – Upaya pemerintah dalam melindungi jutaan petani kelapa sawit mulai menunjukkan hasil positif. Setelah serangkaian intervensi yang dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dan didukung Satgas Pangan Polri, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di berbagai daerah mulai berangsur pulih dan kembali meningkat sesuai ketentuan pemerintah daerah.

Ringkasan Informasi:

  • Sekitar 90 persen perusahaan sawit telah menaikkan harga pembelian TBS di tingkat petani.
  • Jumlah perusahaan yang belum menyesuaikan harga turun signifikan dari sekitar 270 perusahaan menjadi sekitar 130 perusahaan.
  • Kementan bersama Satgas Pangan Polri terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap perusahaan yang belum menaikkan harga.
  • Pengawasan dilakukan untuk melindungi sekitar 15 juta petani sawit di seluruh Indonesia.
  • Pemerintah menegaskan petani harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat dari kenaikan harga CPO dunia.

Perbaikan harga tersebut terjadi setelah Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sedikitnya tiga kali pertemuan intensif dengan pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan petani sawit guna memastikan harga TBS di tingkat petani kembali mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Langkah tersebut ditempuh menyusul anjloknya harga TBS beberapa waktu lalu yang dinilai tidak sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dunia maupun penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Usai memberikan keterangannya di Jakarta, Rabu (17/6/2026), Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa mayoritas perusahaan sawit kini telah melakukan penyesuaian harga pembelian TBS dari petani.

Berdasarkan laporan harian Kementan, jumlah perusahaan yang belum menaikkan harga terus mengalami penurunan signifikan.

“Harga TBS sudah naik, 80-85 persen, mungkin saat ini 90 persen sudah naik. Tetapi yang belum naik, tetap kita telusuri bersama Satgas,” kata Mentan Amran.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa langkah cepat pemerintah dalam mengawal harga sawit mulai membuahkan hasil.

Sebelumnya, terdapat sekitar 270 perusahaan yang teridentifikasi belum menyesuaikan harga TBS sesuai kondisi pasar. Kini, jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 130 perusahaan.

“Kemarin kan 270, sekarang ini tinggal 100 lebih ya, 130-an perusahaan. Jadi tinggal sedikit. Yang belum menaikkan tetap diperiksa. Nah, sinyalnya sudah naik, tapi kita monitor. Bukan saja naik lalu turun kembali, tidak. Kita monitor seluruh Indonesia,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan berhenti hanya pada pemulihan harga.

Pengawasan akan terus dilakukan agar kenaikan harga yang sudah dirasakan petani dapat berlangsung berkelanjutan dan tidak kembali mengalami penurunan yang tidak wajar.

Menurutnya, keberpihakan pemerintah terhadap petani merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Kementan bersama Satgas Pangan terus melakukan pengawalan terhadap tata niaga sawit agar berlangsung lebih sehat, transparan, dan berkeadilan.

Langkah pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan sekitar 15 juta petani sawit yang menggantungkan hidup pada komoditas strategis tersebut.

Pemerintah menilai petani harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat ketika harga CPO dunia meningkat dan pasar menunjukkan tren positif.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan ultimatum kepada ratusan perusahaan sawit yang belum menyesuaikan harga TBS.

Kementan bersama Satgas Pangan Polri bahkan melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga masih membeli TBS di bawah harga yang semestinya.

Hasilnya, pemulihan harga kini mulai dirasakan di berbagai sentra sawit nasional. Sejumlah daerah melaporkan harga TBS bergerak naik mendekati bahkan sesuai harga acuan yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kondisi ini memberikan angin segar bagi petani setelah sempat menghadapi tekanan harga yang cukup tajam.

“Kita ingin ekosistem sawit yang sehat. Petani sejahtera, pengusaha juga sejahtera. Yang terpenting, petani tidak boleh dirugikan. Karena itu pengawasan akan terus dilakukan sampai harga benar-benar stabil dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh petani sawit Indonesia,” tegas Mentan Amran.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menyesuaikan harga dan pengawasan yang terus diperketat, pemerintah optimistis pemulihan harga TBS akan semakin merata di seluruh wilayah sentra sawit nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan petani sebagai fondasi utama industri sawit Indonesia.

(MC101 – Humas Kementan)

Tag:

Jelajahi Militer

Hot Topic