Beranda / Nasional / Menteri PKP Pastikan BSPS Tepat Sasaran, Target Bedah Rumah di Jawa Barat Tembus 45.213 Unit

Menteri PKP Pastikan BSPS Tepat Sasaran, Target Bedah Rumah di Jawa Barat Tembus 45.213 Unit

BANDUNG, Cakra101.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan Program BSPS tepat sasaran sekaligus mempercepat pelaksanaan program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri PKP didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir, pengusaha James Riady, jajaran Kementerian PKP, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Bandung.

Menteri PKP menegaskan bahwa Program BSPS harus benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan dengan mengedepankan data yang akurat.

“Yang paling penting program ini harus tepat sasaran. Jangan sampai orang yang mampu justru menerima bantuan, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkannya. Karena itu kita bekerja berbasis data dan berkolaborasi dengan BPS serta pemerintah daerah agar bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak,” ujar Maruarar Sirait.

Menurut Menteri Ara, pemerintah terus memperluas cakupan Program BSPS sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat. Di Provinsi Jawa Barat, target program bedah rumah pada tahun 2026 meningkat signifikan menjadi 45.213 unit, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 6.374 unit.

Selain meningkatkan kualitas hunian masyarakat, peningkatan target tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dan pendamping lapangan dalam pelaksanaan program.

Dalam peninjauan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir menjelaskan bahwa masyarakat yang belum memiliki sertifikat tanah tetap dapat mengikuti Program BSPS sepanjang kepemilikan tanah dapat dibuktikan melalui surat pernyataan bahwa tanah tidak dalam sengketa yang diketahui oleh RT, RW, serta kepala desa atau lurah setempat sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan pentingnya penggunaan data yang akurat agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran.

Pada kesempatan yang sama, James Riady menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Program BSPS yang dinilai mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Ia juga menyatakan kesiapannya memberikan dukungan pendidikan berupa beasiswa bagi anak penerima bantuan yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Pelaksanaan program bedah rumah di Kota Bandung ditandai dengan pemukulan kentongan secara simbolis oleh Menteri PKP bersama Kepala BPS, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, James Riady, serta jajaran pemerintah daerah sebagai penanda dimulainya bedah rumah terhadap 1.418 rumah di Kota Bandung.

Program tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 27 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 27 Oktober 2026.

(MC101 – Biro Komunikasi Publik Kementerian PKP)

Ringkasan Berita:

  • Menteri PKP meninjau pelaksanaan Program BSPS di Kota Bandung, Jawa Barat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
  • Target program bedah rumah di Jawa Barat pada 2026 meningkat menjadi 45.213 unit, naik signifikan dari 6.374 unit pada tahun sebelumnya.
  • Sebanyak 1.418 rumah di Kota Bandung akan dibedah melalui program yang dimulai pada 27 Juli 2026 dan selesai pada 27 Oktober 2026.
  • Masyarakat tanpa sertifikat tanah tetap dapat mengikuti Program BSPS dengan memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku.
  • James Riady menyatakan dukungannya melalui pemberian beasiswa bagi anak penerima bantuan yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Tag:

Media Sosial

Jelajahi Militer

Hot Topic