Beranda / Kementerian / Kemlu / Menlu Sugiono Tekankan Inovasi sebagai Kunci Penguatan Kerja Sama Konkret ASEAN Plus Three

Menlu Sugiono Tekankan Inovasi sebagai Kunci Penguatan Kerja Sama Konkret ASEAN Plus Three

MANILA, Cakra101.com – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong ASEAN Plus Three (APT) memperkuat ketahanan kawasan sebelum krisis terjadi, bukan hanya meningkatkan kemampuan untuk merespons krisis. Pesan tersebut disampaikan pada Pertemuan ke-27 Menteri Luar Negeri ASEAN Plus Three (Jepang, RRT, Republik Korea) di Manila, Filipina. Menurut Menlu Sugiono, hampir tiga dekade kerja sama APT telah membuktikan bahwa hasil nyata, bukan retorika, merupakan kekuatan utama mekanisme tersebut.

“APT lahir dari krisis. Masa depannya harus ditentukan oleh ketahanan yang kita bangun sebelum krisis terjadi,” ujar Menlu Sugiono.

Di tengah disrupsi global yang semakin cepat memengaruhi pasar energi, pasokan pangan, dan rantai pasok kawasan, Menlu Sugiono menegaskan pentingnya kemampuan APT untuk terus berinovasi agar mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh negara anggotanya.

Dalam bidang ketahanan pangan, Indonesia mendorong pengembangan ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) menjadi platform regional yang lebih luas. Kerja sama tersebut diharapkan mencakup inovasi pertanian, penguatan rantai pasok pangan, serta diversifikasi cadangan pangan kawasan.

Di sektor keuangan, Menlu Sugiono menekankan bahwa hasil kerja sama APT perlu dimanfaatkan secara maksimal. Ia juga menyoroti Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM) sebagai skema jaring pengaman finansial kawasan.

“Indonesia menyambut baik perkembangan CMIM untuk mengimplementasikan Rapid Financing Facility (RFF) dan pengesahan roadmap menuju mekanisme penggunaan yang lebih efektif,” tambah Menlu Sugiono.

Pesan penting lainnya dalam pertemuan APT adalah membangun arsitektur kawasan yang kuat dengan berlandaskan Treaty on Amity and Cooperation serta ASEAN Outlook on Indo-Pacific sebagai fondasinya. Indonesia menegaskan bahwa penguatan Sentralitas ASEAN akan semakin memperkokoh kepercayaan terhadap APT sekaligus memperbesar kontribusinya bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.

ASEAN Plus Three dibentuk pada 1997 dan mempertemukan negara-negara anggota ASEAN dengan Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea. Pertemuan ke-27 Menteri Luar Negeri APT merupakan bagian dari rangkaian AMM/PMC ke-59 di Filipina yang membahas kerja sama politik-keamanan, ekonomi dan keuangan, pangan, energi, kesehatan, serta hubungan antarmasyarakat.

(MC101 – Ditjen IDP Kemlu)

Ringkasan Berita:

  • Menlu Sugiono mengajak ASEAN Plus Three memperkuat ketahanan kawasan melalui inovasi sebelum krisis terjadi.
  • Indonesia mendorong pengembangan ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) sebagai platform ketahanan pangan regional yang lebih luas.
  • Indonesia menyambut implementasi Rapid Financing Facility (RFF) dalam kerangka Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM).
  • Penguatan Sentralitas ASEAN ditegaskan sebagai fondasi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.
  • Pertemuan ke-27 Menteri Luar Negeri APT menjadi bagian dari rangkaian AMM/PMC ke-59 di Filipina.
Tag:

Media Sosial

Jelajahi Militer

Hot Topic