Beranda / Nasional / Menteri PKP: “KUR Perumahan Perkuat Ekonomi Keluarga dan Akses Pembiayaan”

Menteri PKP: “KUR Perumahan Perkuat Ekonomi Keluarga dan Akses Pembiayaan”

SURABAYA, Cakra101.comMenteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan tidak hanya membantu masyarakat memiliki maupun meningkatkan kualitas rumah, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi keluarga. Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau langsung penerima manfaat KUR Perumahan bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Surabaya, 3 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri yang akrab disapa Ara mengapresiasi kinerja BRI sebagai bank dengan penyaluran KUR Perumahan terbesar di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam meningkatkan plafon KUR Perumahan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar.

“Di kantor Menko, saya dipanggil bersama para menteri lainnya yang memiliki program KUR. Dari seluruh program tersebut, hanya KUR Perumahan yang plafonnya ditingkatkan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar. Ini tidak mungkin terjadi tanpa kerja keras BRI. Atas nama negara dan pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada BRI,” ujar Menteri Ara.

Ia juga berharap keberhasilan tersebut diikuti dengan pemberian penghargaan kepada tim penyalur KUR Perumahan yang menunjukkan kinerja terbaik.

“Tolong kepada jajaran direksi, tim KUR yang berprestasi juga diberikan penghargaan. Dengan begitu, KUR Perumahan akan semakin maju dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.

Menteri Ara menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan kebijakan pinjaman KUR bagi pelaku UMKM di bawah Rp100 juta tanpa persyaratan jaminan, sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh akses pembiayaan formal.

“Pinjaman UMKM di bawah Rp100 juta tidak boleh meminta jaminan. Kalau masih ada yang meminta jaminan, laporkan kepada saya. Ini kebijakan negara agar masyarakat mendapatkan pembiayaan yang mudah, murah, dan cepat. Negara harus hadir melawan praktik rentenir.”

Lebih lanjut, Menteri Ara menekankan bahwa pembangunan sektor perumahan harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi keluarga agar masyarakat mampu keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.

“Jangan hanya berpikir membangun rumah, tetapi juga harus membangun ekonomi keluarga. Kita harus melihat persoalan secara utuh. Jangan bangga jika suatu daerah memiliki banyak penerima bantuan sosial, karena itu berarti masih banyak kemiskinan dan pengangguran. Sebaliknya, ketika penerima bansos berkurang, itulah tanda pemerintah berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat.”

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara juga memberikan motivasi kepada para penerima manfaat beserta keluarganya agar terus mengutamakan pendidikan dan semangat bekerja keras.

“Saya merasa hidup saya berarti apabila suatu saat lahir anak-anak hebat dari Kota Pahlawan yang mampu membanggakan orang tuanya. Saya merasakan aura positif di Surabaya, karena setiap ibu juga adalah pahlawan bagi anak-anaknya.”

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan arahan Menteri PKP dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan BRI melalui Program KUR Perumahan. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian yang terjangkau melalui kolaborasi seluruh ekosistem perumahan.

Hingga 3 Agustus 2026, BRI telah membukukan closing penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp410 miliar kepada 1.621 debitur. Sementara itu, hingga 31 Juli 2026, realisasi penyaluran KUR Perumahan mencapai Rp11,02 triliun atau sekitar 92 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

“Capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap Program KUR Perumahan. BRI akan terus mendukung program-program pemerintah, termasuk Program KUR Perumahan, agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau,” kata Aris.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Andi Wiyagus, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, lembaga, sektor perbankan, dan legislatif dalam memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program KUR Perumahan.

(MC101 – Biro Komunikasi Publik Kementerian PKP)

Ringkasan Berita:

  • Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan KUR Perumahan berperan memperkuat ekonomi keluarga selain mendukung kepemilikan rumah.
  • Pemerintah meningkatkan plafon KUR Perumahan dari Rp36 miliar menjadi Rp50 miliar, didukung kinerja penyaluran BRI.
  • Pinjaman KUR UMKM di bawah Rp100 juta dipastikan tidak memerlukan jaminan untuk mempermudah akses pembiayaan masyarakat.
  • BRI telah menyalurkan KUR Perumahan senilai Rp11,02 triliun atau sekitar 92 persen dari target tahun 2026, dengan closing Rp410 miliar kepada 1.621 debitur hingga 3 Agustus 2026.
  • Kolaborasi pemerintah, perbankan, BP Tapera, dan DPR RI terus diperkuat guna memperluas akses pembiayaan perumahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tag: