GROBOGAN, Cakra101.com — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat olah lahan dan penanaman di sentra produksi pangan nasional sebagai langkah strategis mengantisipasi penurunan curah hujan yang berpotensi mengganggu musim tanam hingga menyebabkan gagal tanam.
Salah satu langkah konkret dilakukan di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah melalui penyaluran bantuan tiga unit pompa air berkapasitas 6 inci kepada Gapoktan Jati Sari guna menjaga ketersediaan air bagi petani.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi kunci utama menjaga produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan cuaca.
“Kita percepat tanam. Air tidak boleh jadi kendala. Pompanisasi kita dorong agar petani tetap bisa tanam tepat waktu dan produksi aman,” tegas Mentan Amran.
Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Tin Latifah, yang menyerahkan bantuan secara langsung menyampaikan bahwa intervensi pemerintah difokuskan untuk mencegah hilangnya momentum musim tanam.
Menurutnya, Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah memiliki potensi lahan seluas 350 hektare, dengan luas garapan saat ini mencapai 180 hektare dan indeks pertanaman (IP) sebesar 2,5.
“Optimalisasi pompanisasi ini diharapkan mampu mempercepat proses tanam. Target luas tanam Grobogan di April ini seluas 22 ribu hektare insyaallah tercapai,” ujar Tin, Selasa (29/4/2026).
Selain pompanisasi, Kementan juga memperkuat dukungan melalui penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mempercepat proses produksi di lapangan.
Direktur Alsintan Pasca Panen, Muhammad Rizal Ismail, menyebutkan bahwa pihaknya akan menyalurkan tambahan bantuan berupa 2 unit Combine Harvester dan 8 unit Traktor Roda 2 untuk mendukung percepatan tanam.
Gapoktan Jati Sari yang terdiri dari empat kelompok tani ditargetkan mampu melakukan penanaman seluas 180 hektare pada minggu kedua Mei 2026 dengan dukungan sarana produksi yang lebih memadai.
Melalui strategi pompanisasi dan penguatan alsintan, Kementan memastikan program ini akan terus diperluas ke berbagai sentra produksi pangan di Indonesia sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas produksi nasional.
Upaya tersebut sekaligus menjadi strategi penting pemerintah dalam menghadapi dampak perubahan iklim, menjaga ketahanan pangan, serta memastikan petani tetap produktif meski menghadapi ancaman musim kemarau.
(MC101 -Humas Kementan)